Mengintip Geliat Bisnis Hand Sanitizer di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 16:50 WIB
asian muslim woman wear hijab pumping hand sanitizer bottle to wash on desk in office. virus protection concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/beest
Jakarta -

Beberapa kegiatan publik sudah dimulai kembali sejalan dengan langkah pemerintah yang mulai menerapkan vaksinasi virus Corona sejak awal tahun 2021 lalu.

Sayangnya, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan mengingat ancaman virus Corona belum 100% menghilang.

Menyadari situasi tersebut, penyesuaian pengelolaan gedung perkantoran hingga pusat hiburan menjadi hal yang penting agar aktivitas manusia di dalamnya tetap terlindungi dari risiko penularan virus Corona yang masih mengancam.

Fenomena itu rupanya jadi peluang tersendiri bagi sejumlah sektor industri, salah satunya adalah industri hand sanitizer atau cairan pembersih tangan.

Selain mencuci tangan, hand sanitizer adalah opsi lain bagi masyarakat karena lebih efisien dan lebih mudah di bawa kemana-mana. Sanitizer berbasis alkohol 60% dilansir lebih efektif untuk membunuh kuman dan virus.

Produk sanitizer juga sudah banyak beredar sehingga konsumen pun mudah mendapatkannya, namun apakah kalian tahu bahwa ada sanitizer yang sudah terkonfirmasi 99.99% virus menjadi non aktif bahkan sampai 15 hari.

Bersambung ke halaman selanjutnya.



Simak Video "18 Hand Sanitizer Mengandung Zat Kimia Tinggi Ditarik Singapura"
[Gambas:Video 20detik]