Joe Biden Peringatkan Amazon soal Hak Pekerja

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 13:01 WIB
US President Joe Biden speaks about the situation in Myanmar in the South Court Auditorium of the Eisenhower Executive Office Building in Washington, DC, on February 10, 2021. - Biden said Wednesday that the United States was taking actions against Myanmars military including freezing their access to US-based assets as he urged generals to relinquish power. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Foto: AFP/SAUL LOEB
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memperingatkan raksasa e-commerce, Amazon agar tidak mengintimidasi pekerja yang ingin bergabung dengan serikat pekerja. Menurut Biden hal itu merupakan hak dari pekerja.

"Pilihan untuk bergabung dengan serikat pekerja itu terserah para pekerja," ujar Biden, dikutip dari BBC, Selasa (2/3/2021).

Peringatan dari Biden muncul saat gudang Amazon di Alabama melakukan pemungutan suara terkait pekerja yang memutuskan apakah akan bergabung dengan serikat pekerja. Ini adalah pemungutan suara pertama yang dihadapi Amazon di AS sejak 2014.

Dalam sambutan video, Biden tidak secara eksplisit mendukung upaya serikat pekerja, dia juga tidak menyebut nama Amazon. Namun, dia mengatakan Gedung Putih berkomitmen pada hak pekerja untuk berorganisasi secara kolektif.

"Hari ini dan selama beberapa hari dan minggu ke depan para pekerja di Alabama dan di seluruh Amerika memberikan suara apakah akan mengorganisir serikat pekerja di tempat kerja mereka. Ini sangat penting pilihan yang sangat penting," katanya.

"Seharusnya tidak ada intimidasi, tidak ada paksaan, tidak ada ancaman, tidak ada propaganda anti serikat pekerja. Tidak ada supervisor yang boleh mengkonfrontasi karyawan tentang preferensi mereka," tambah Biden.

Amazon, yang dituduh mengambil langkah agresif untuk menghentikan aktivisme buruh, tidak menanggapi permintaan komentar terkait berita ini.

Hampir 6.000 orang bekerja di gudang Amazon di Bessemer, Alabama. Surat suara terkait penempatan serikat pekerja masuk jatuh tempo pada 29 Maret. Jika penyelenggara berhasil, itu akan menjadi tempat kerja serikat pertama Amazon di AS.

Pertarungan tersebut telah menarik dukungan dari banyak politikus, termasuk mantan calon presiden Bernie Sanders. Biden, yang sangat didukung oleh serikat pekerja dalam kampanye kepresidenannya, telah menjadikan dirinya sebagai teman bagi buruh.

Presiden Serikat Ritel, Grosir dan Toserba Stuart Appelbaum, yang memimpin upaya di Alabama, berterima kasih kepada Biden atas apa yang dia katakan sebagai pesan dukungan yang jelas.

"Seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Biden, cara terbaik bagi pekerja untuk melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka adalah dengan membentuk serikat pekerja. Dan itulah mengapa begitu banyak pekerja perempuan dan laki-laki berjuang untuk serikat pekerja di fasilitas Amazon di Bessemer, Alabama," katanya.

Lihat juga Video: Senangnya Joe Biden, AS Sukses Vaksinasi Corona 50 Juta Warganya

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)