Kapan RI Buka Gerbang Lebar buat Turis Asing?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 15:42 WIB
Orang-orang menyaksikan matahari terbit di sebuah pantai di Bali, Indonesia, Kamis (9/7/2020). Pulau resort di Bali dibuka kembali setelah tiga bulan terkunci akibat pandemi virus Corona pada Kamis ini. Pembukaan tahap pertama ini hanya untuk wisatawan dan penduduk lokal serta sebagian turis asing yang terdampar untuk melanjutkan kegiatan publik sebelum kembali dibuka untuk kedatangan orang asing pada September mendatang. (Foto AP / Firdia Lisnawati)
Ilustrasi/Foto: AP/Firdia Lisnawati
Jakarta -

Pintu gerbang buat turis asing ke Indonesia belum dibuka lebar hingga setahun masa pandemi berjalan. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pembukaan sektor pariwisata untuk turis harus dilakukan secara bilateral lantaran untuk memastikan wisman yang datang tidak membawa COVID-19.

Saat ini, menurut Airlangga, turis asing yang diperbolehkan ke tanah air hanya dengan izin khusus dan tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M). Bahkan, para turis ini pun harus melakukan isolasi mandiri di hotel atau tempat yang dipilihnya.

Di sisi lain, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor pariwisata menjadi yang paling terdampak pandemi COVID-19. Jumlah wisman yang berkunjung pun tercatat 141 ribu orang per Januari 2021. Angka ini mengalami penurunan 13,90% dibandingkan Desember 2020 dan turun lebih dalam yaitu 89,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Indonesia tidak bisa membukanya sendiri, sekarang ada pengaturan koridor perjalanan yang merupakan persetujuan bilateral," kata Airlangga dalam acara MNC Group Investor Forum 2021 secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Sebagai ganti turis asing, mantan Menteri Perindustrian ini menekankan pemerintah meningkatkan turis lokal, apalagi proses vaksinasi COVID-19 sudah dilaksanakan.

"Pemerintah dengan Kementerian Pariwisata sedang mengerjakan paket untuk bagaimana antara pariwisata dan meningkatkan kekebalan komunitas, dan membuat traveling aman untuk semua orang," ujarnya.

Oleh karena itu, Airlangga berharap proses vaksinasi COVID-19 bisa diberikan kepada 70 juta penduduk tanah air pada tahun 2021. Dengan jumlah tersebut, dirinya yakin tidak hanya sektor pariwisata saja yang bangkit tapi juga perekonomian nasional.

"Pariwisata menjadi PR dan kami berharap program vaksinasi bisa mendapat kekebalan kawanan di akhir tahun," tutur Airlangga.

Lihat Video: Aturan Baru WNA Masuk Indonesia di Masa Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



(hek/hns)