ADVERTISEMENT

Peternak Gelar Rembuk Nasional, Minta Hal Ini ke Pemerintah

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 07:22 WIB
Peternak ayam
Foto: Yudistira Imandiar/detikcom
Jakarta -

Peternak yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (DPP Pinsar) meminta pemerintah dan perusahaan besar dalam perunggasan atau integrator bisa menghargai peternak.

Ketua Umum Pinsar Singgih Januratmoko memberikan salah satu contohnya, yakni terkait pembagian day old chicken (DOC). Menurutnya pembagian 50% DOC untuk integrator dan 50% untuk peternak belum berjalan dengan baik.

"Kami dari koperasi Pinsar pernah membeli 100 box DOC (day old chicken) yang kami dapatkan hanya 25 box, Sementara stok DOC melimpah, di perusahaan integrator," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Menurut Singgih, koperasi adalah badan hukum yang diakui pemerintah, bahkan penghargaan diberikan oleh Kementerian Pertanian, "Tapi pihak swasta mempermainkan koperasi dan pemerintah membiarkannya," ujar Singgih.

Pinsar dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) menghelat Rembuk Nasional Perunggasan Nasional VIII di Bandung, pada Selasa (2/3) kemarin. Acara yang dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga itu, membahas berbagai program kerja da mencari solusi para peternak nasional.

"Acara ini penting untuk meningkatkan soliditas dan kemampuan dan ketahanan peternak dan pengusaha di bidang perunggasan. Di sini, harapannya negara bisa selalu hadir dan memberi dukungan para pelaku di bisang perunggasan," ujar Wamendag Jerry Sambuaga.

Ia menegaskan, pemerintah akan menyerap aspirasi para peternak. Pasalnya, rakyat Indonesia masih kalah jauh tingkat konsumsi ayam dan telur yang merupakan sumber protein yang terjangkau. Apalagi pada saat pandemi, protein sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas.

Menurut data Statistik pada 2019, rata-rata masyarakat Singapura mengkonsumsi daging ayam 34 kilogram per kapita per tahun, sementara Malaysia 24 kilogram per kapita per tahun, dan Indonesia hanya 12 kilogram per kapita per tahun.

Menurut Jerry, rembuk nasional tersebut bisa mendorong peningkatan konsumsi nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Dalam rembuk nasional yang mengangkat tema "Perkuat Sinergitas Kolaborasi Antar Peternak dalam Mewujudkan Iklim Usaha Ayam Broiler yang Berdaulat, Adil, dan Sejahtera Bagi Semua", juga dicanangkan gerakan mengkonsumsi ayam dan telur.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT