Proyek Transportasi Apa yang Bisa Digarap Dana LPI?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 19:45 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Investasi pada proyek pembangunan infrastruktur menjadi fokus pertama Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Sektor transportasi salah satunya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengaku sudah menyiapkan beberapa proyek yang berpotensi untuk dikembangkan oleh LPI.

Dari pelabuhan saja dia mengungkapkan ada tiga pelabuhan yang akan diajukan ke LPI. Mulai dari proyek pelabuhan Garongkong hingga pengembangan riset dua pelabuhan baru di Ambon dan Palembang.

"Kemenhub dalam merespons pembentukan SWF menyiapkan beberapa proyek yang berpotensi. Kita ada pelabuhan Garongkong di Sulsel, lalu ada pelabuhan Ambon dan Palembang sedang FS," ujar Budi Karya dalam webinar bersama Balitbanghub, Rabu (3/3/2021).

Paling banyak, Budi Karya menyebutkan proyek bandara, mulai dari bandara Singkawang, beberapa bandara di Papua, bandara di Sumatera, hingga bandara di Nusa Tenggara Barat.

"Di Singkawang kita ada proyek KPBU bandara. Bandara di Papua juga ada di Fak-fak, Manokwari. Kemudian bandara Mentawai di Sumbar, lalu bandara Mandailing Natal di Sumut," sebut Budi Karya.

"Ada juga bandara di pulau Banggai Sulawesi Tengah. Lalu di Pulau Raijua di NTT yang katanya di sana pulau terindah. Ada juga bandara Kangean di Madura, bandara Weda di Malut, dan bandara Taufiq Kiemas di Lampung," lanjutnya menyebutkan.

Di kota-kota besar, Budi Karya mengatakan akan pihaknya akan mengembangkan transportasi darat dan kereta api. Di sektor transportasi darat akan ada pembangunan dan pemugaran beberapa terminal bus. Pada sektor perkeretaapian dia mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan lebih banyak LRT dan MRT di berbagai daerah.

"Kita juga akan kembangkan MRT dan LRT di Bali, Medan, Malang, Surabaya, dan loopline di Jakarta," papar Budi Karya.

Budi Karya mengatakan lembaga yang juga disebut Indonesia Investment Authority (INA) ini diharapkan mampu menyediakan ketersediaan biaya dalam kelancaran proyek infrastruktur, tak terkecuali untuk PSN.

Di tengah kondisi pandemi ini, menurutnya dia mendapatkan laporan banyak proyek strategis nasional alias PSN menjadi mandek.

"Dengan kondisi sekarang ini, sejumlah proyek strategis nasional pembangunannya terancam tertunda akibat situasi pandemi. Maka dari itu, ini lah urgensinya pembentukan INA, agar bisa berikan pembiayaan tepat waktu" ungkap Budi Karya.

(hal/zlf)