Gibran & Wishnutama Blusukan ke Perusahaan Rekaman Pertama RI, Ngapain Ya?

Ari Purnomo - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 17:28 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming & Komut Telkomsel Wishnutama blusukan ke perusahaan rekaman musik pertama di RI, Lokananta
Foto: Ari Purnomo/detikcom: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming & Komut Telkomsel Wishnutama blusukan ke perusahaan rekaman musik pertama di RI, Lokananta
Jakarta -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bersama Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio mengunjungi Lokananta di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (4/3/2021). Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyambangi setiap ruangan yang ada di perusahaan rekaman pertama dan satu-satunya milik negara.

Seperti ruang produksi, ruang penyimpanan piringan hitam dan juga studio rekaman. Usia melihat kondisi Lokananta yang sekarang, Wishnutama akan berdiskusi lebih lanjut dengan Gibran terkait potensi yang bisa dikembangkan di Lokananta.

"Saya diundang mas Gibran untuk melihat potensi ke depan yang bisa dibangun di Kota Solo," kata Wishnutama di sela kunjungannya.

Menurutnya, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di lokasi yang memiliki luas lahan mencapai 21.500 meter persegi itu, sehingga ke depannya kondisi pabrik piringan hitam tersebut bisa lebih baik lagi.

"Saya melihat ini kan bisa ditata untuk menjadi ruang baru buat generasi muda kita di Indonesia," ujarnya.

Potensi tersebut, kata Wishnutama, seperti untuk Jadi sandbox, pusat ajang adu inovasi dan aktivitas dan bisa dikembangkan di Kota Solo.

"Selain itu nantinya bisa dijadikan tempat pertemuan investasi, pusat UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), kreatif," ucapnya.

Tetapi, dengan usia yang sudah terlalu tua menurutnya Lokananta juga perlu disesuaikan dengan kondisi kekinian, sehingga fasilitas yang ada juga sesuai dengan zamannya.

"Kondisinya kan sudah tua perlu diupgrade dan disesuaikan dengan zamannya," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Solo Gibran mengatakan, untuk saat ini memang belum ada rencana apa-apa untuk penataan Lokananta. Ke depannya mengenai hal itu akan tetap dibahas lebih jauh untuk menggali potensi yang ada.

"Tidak ada rencana apa-apa baru lihat, makanya saya bawa senior kita (Wishnutama). Saya kan udah sering bilang nanti ruang publik. Jadikan apa walking space, sandbox, di bidang ini beliau yang lebih paham," kata Gibran.

(hns/hns)