Indonesia Masih Dihantui Jebakan Ini, Waspada!

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 18:45 WIB
Bank Dunia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi RI tumbuh 4,4% di tahun 2021. Hal itu didasarkan pada peluncuran vaksin yang efektif pada kuartal pertama 2021.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menilai Indonesia berpotensi menjadi negara berpenghasilan tinggi di tahun 2045 atau tepat 100 tahun kemerdekaan nasional. Namun, untuk mencapai itu bukan pekerjaan yang mudah.

Indonesia saat ini masih menjadi negara upper middle income atau negara berpenghasilan menengah atas pada 1 Juli 2020. Bank Dunia atau World Bank menaikkan status Indonesia karena Gross National Income (GNI) per kapita tahun 2019 menjadi US$ 4.050 dari US$ 3.840 dari tahun 2018.

"Sekarang tantangannya untuk menjadi negara maju harus naik 3 kali lipat ekonomi kita," kata Lutfi dalam acara Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Berdasarkan data yang dimiliknya, Indonesia bisa menjadi negara maju di tahun 2038-2040. Oleh karenanya dibutuhkan inovasi hingga kolaborasi semua kalangan untuk mencapai target tersebut.

"Kalau kita tidak lulus, maka Indonesia akan stuck yang disebut dengan middle income trap," jelasnya.

Lutfi mengatakan ada 2 cara yang bisa membawa Indonesia menjadi negara besar di 2045, yaitu investasi dan transfer teknologi. Keduanya menjadi syarat melepaskan Indonesia dari jebakan negara pendapatan menengah atau middle income trap.

Selain itu untuk menjawab segala tantangan yang terjadi hingga tahun 2045. Mulai dari peningkatan jumlah penduduk dunia yang mencapai 9,4 miliar jiwa, tren urbanisasi yang membuat masyarakat lebih banyak tinggi di kawasan perkotaan.

Di saat bersamaan populasi dunia nantinya akan dipenuhi oleh penduduk dengan usia tua. Oleh karena itu, segala tantangan tersebut seperti middle income trap bisa diatasi melalui investasi dan transfer teknologi.

"Hanya ada 2, investasi dan transfer teknologi. Kenapa pemerintahan Jokowi pertama dan kedua selalu menggalakkan investasi infrastruktur, karena itu salah satu syarat untuk terlepas dari middle income trap," ungkapnya.

(hek/hns)