Kemnaker Dorong Produktivitas Lewat Penguatan Forum Sinergitas

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 20:47 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Direktur Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Fachrurozi mengatakan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di daerah, perlu kerja sama dari seluruh elemen bangsa. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, hingga organisasi kemasyarakatan. Salah satunya lewat penguatan forum sinergitas peningkatan produktivitas.

"Keberadaan forum sinergitas peningkatan produktivitas ini sangat penting sekali dan berfungsi sebagai media dalam mewadahi hal-hal terkait dengan upaya peningkatan produktivitas dan daya saing di daerah-daerah yang belum memiliki lembaga struktural di bidang produktivitas," ujar Fachrurozi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Hal tersebut ia katakan saat membuka acara Strategic Forum Nasional Peningkatan Produktivitas Tahun 2021 di Yogyakarta, Kamis (4/3) kemarin.

Adapun tujuan acara tersebut, yaitu untuk menjaring saran dan masukan terhadap kegiatan pengembangan dan peningkatan produktivitas tahun 2022. Selain itu, juga untuk memotivasi aparatur daerah terkait pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan bidang produktivitas.

Dengan adanya acara tersebut, Fachrurozi berharap peserta bisa memberikan masukan dan kontribusi kepada pimpinan di daerah perihal urgensi pembentukan forum sinergitas sebagai embrio dari Lembaga Produktivitas Daerah (LPD), sebagaimana amanat Revisi Perpres 50 Tahun 2005 tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN).

"Forum ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi pengembangan dan peningkatan produktivitas oleh pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder guna memasifkan gerakan peningkatan produktivitas," tuturnya.

Menurutnya, produktivitas menjadi kunci sukses pembangunan dan kesejahteraan suatu negara. Di samping sebagai determinan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, produktivitas juga menjadi roda penggerak dalam meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

"Semakin produktif suatu negara, kesejahteraan rakyat akan meningkat dan semakin baik posisinya dibandingkan negara lain," ujarnya.

Di sisi lain, Kadisnaker DIY Aria Nugrahadi menyatakan siap menyambut lahirnya LPD. Sebab, selain hardskill dan softskill, Aria menilai karakter yang kuat diperlukan demi terwujudnya SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing.

"Bagaimana produktivitas ini bisa terwujud, dari tiga pilar tadi? Selainhardskill dansoftskill, tentu juga mesti memiliki karakter yang kuat, " ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja LPN, Bomer Pasaribu, mengatakan LPD adalah bagian LPN sebagai prime mover untuk melipatgandakan produktivitas dan daya saing, yang meliputi lima lingkungan yakni lingkungan pemerintah, dunia pendidikan pelatihan vokasi, dunia usaha/industri, dunia media dan masyarakat luas.

LPD merupakan peta jalan dari pelaksanaan UU Cipta Kerja. Oleh karenanya, menurut Bomer harus ada keputusan bersama agar peserta dari daerah segera menyiapkan LPD dengan perangkat alternatif yang tidak terlalu kaku.

"Mulai dari dewan pengarah, dewan eksekutifnya, tetapi dengan dukungan penuh APBD di tingkat provinsi maupun daerah," pungkasnya.

(ega/hns)