Dulu Belanja Online Pakai Rekber, Masih Ingat Nggak?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 07 Mar 2021 19:01 WIB
Happy woman at home buying groceries online on her laptop computer and paying by credit card
Foto: Getty Images/andresr
Jakarta -

Buat detikers yang gemar belanja di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus pasti tak asing dengan istilah rekber alias rekening bersama.

Sebenarnya rekber ini adalah cara bayar atau transaksi di toko online. Sebelum ada transaksi melalui sistem perbankan atau uang elektronik rekber ini merupakan yang paling aman dibanding langsung transfer ke penjual. Kalau di luar negeri, rekber ini nama kerennya escrow service.

Jadi begini, rekber ini adalah milik orang yang menjadi perantara untuk penjual dan pembeli di forum jual beli. Memang ada fee untuk membayar jasa tersebut.

Contohnya Fadhly ingin membeli PS 5 1/2 di lapak milik Danang dengan harga Rp 14 juta. Karena Fadhly khawatir Danang tidak mengirimkan pesanannya, akhirnya diputuskan menggunakan jasa rekber milik Mamad.

Sebagai juragan rekber, Mamad mengenakan biaya transaksi Rp 50 ribu untuk satu kali transaksi. Ini artinya Fadhly harus mentransfer uang sejumlah Rp 14,05 juta ke rekber milik Mamad.

Setelah Fadhly transfer, dia harus segera lapor ke Mamad. Nah Mamad juga harus cepat-cepat menjawab laporan Fadhly. Setelah itu Mamad juga harus melaporkan ke Danang soal transfer.

Jika sudah selesai transfer dan pengiriman barang. Maka Mamad bisa segera mentransfer uang sebesar Rp 14 juta (sudah dikurangi fee Rp 50ribu) ke rekening Danang.

Anggota Dewan Pembina idEA Daniel Tumiwa mengungkapkan memang dulu, sebelum bank masuk di back system e-commerce ini. Rekening bersama adalah salah satu cara untuk bertransaksi dengan aman.

"Dulu masalah besarnya belanja di e-commerce adalah keperceyaan, karena yang digantikan adalah transaksi tatap muka. Kalau beli di warung kopi saset kan kita lihat langsung barangnya," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (7/3/2021).

Dia mengungkapkan hal ini lah yang membuat ada orang tengah yang muncul sebagai 'wasit' agar lebih aman. Menurut Daniel kadang dari rekber ini orang juga bisa menjadikan lahan bisnis.

Tapi seiring berjalannya waktu perbankan mulai mengakomodir kegiatan jual beli ini. Pembayaran dan transfer melalui bank semakin mudah dan efisien. Sebelumnya sudah ada Doku yang menjadi kepanjangan tangan dari bank dan sudah semi otomatis.

Kemudian pada 2017 perkembangan e-commerce mulai luar biasa dan ramai. Kemudian muncul fintech yang mengurusi banyak sistem pembayaran.



Simak Video "Warga Indonesia Juara Satu Belanja Online"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)