Waspada Ghosting Pedagang di Toko Online! Efeknya Kejam

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 21:30 WIB
Sad teen receiving bad news online in a smart phone sitting on a couch in the living room at home
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem
Jakarta -

Perilaku ghosting atau menghilang tanpa kejelasan bisa dilakukan oleh siapa saja, tak hanya Kaesang Pangarep kepada Felicia Tissue. Tanpa disadari hal serupa juga pasti sering terjadi dalam hal jual beli di toko online.

Pakar Marketing Yuswohady mengatakan selain pembeli, ghosting juga sering dilakukan penjual online kepada pembelinya. Dalam hal ini biasanya mereka sudah niat melakukan penipuan dan menghilang tanpa kabar setelah ditransfer sejumlah uang.

"Kalau begitu berarti motifnya sudah penipuan. Kalo sudah begitu sudah nggak benar, dari sisi konsumen yang harus hati-hati," katanya kepada detikcom, Senin (8/3/2021).

Agar calon konsumen tak di-ghosting pedagang, sebaiknya jangan terlalu percaya dengan harga murah yang belum tentu ada produknya. Kualitas produk yang mau dibeli juga harus dipastikan sebelum melakukan transaksi.

"Konsumen biasanya kalau produknya sudah murah kadang-kadang nggak lihat quality-nya, makanya konsumen harus melihat kalau beli produk itu pertama ada brand-nya nggak. Kalau ada itu terpercaya atau enggak, palsu atau enggak," tuturnya.

Yuswohady menyebut penjual di toko online lebih memungkinkan untuk melakukan ghosting karena kemudahan teknologi yang ada.

"Ini memang kalau di online bisa sangat mudah sekali, kalau di fisik kan langsung transaksi. Kalau online buka akun kan lebih gampang dengan produk yang barangkali dia nggak ada, memang tujuannya nipu," tandasnya.

(aid/eds)