Siapkan Rp 7 Triliun, Arab Incar Pulau di Aceh

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 08:28 WIB
Peta Aceh
Foto: Peta Aceh (By Leslie Zolman/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara Indonesia dengan UEA bakal ada sederet investasi yang masuk ke Indonesia. Salah satunya proyek resor pariwisata di Aceh.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada hari Jumat kemarin. Serangkaian perjanjian bisnis ditandatangani oleh kedua negara selama kunjungan

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 22,9 miliar atau setara Rp 327,47 triliun (kurs Rp 14.300) yang ditandatangani selama kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Abu Dhabi pada bulan Januari tahun lalu.

Kesepakatan investasi yang juga mencakup energi, infrastruktur dan pertambangan, dipandang sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Proyek pengembangan resor pariwisata, yang menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bernilai antara US$ 300 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun hingga Rp 7,15 triliun, diharapkan akan dimulai di kabupaten Aceh Singkil pada bulan Mei mendatang.

Aceh, provinsi semi-otonom di ujung barat laut Pulau Sumatera, merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang memberlakukan Syariah.

"Saya pikir dalam waktu dua bulan, kita bisa melihat kemajuan proyek ini di kawasan Singkil," kata Luhut.

Menanggapi pertanyaan dari Arab News, Al-Mazroui mengatakan bahwa beberapa pulau di lepas pantai utama Aceh telah diidentifikasi untuk menjadi resor tersebut.

"Mudah-mudahan tim bisa merampungkannya dan kita akan melangkah ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan kesepakatan yang pasti," katanya.

Perjanjian proyek tersebut ditandatangani oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Direktur Eksekutif Murban Energy Amine Abide. Murban Energy merupakan sebuah perusahaan UEA yang portofolio investasinya mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat. Dia mengatakan Abide telah mengunjungi sembilan pulau di Kabupaten Aceh Singkil yang masuk dalam daftar proyek.

Simak video 'Viral Jual-Beli Pulau Pendek, Bupati Buton: Pulau Berstatus APL':

[Gambas:Video 20detik]



Lalu siapa sebenar perusahaan yang mengincar pulau di Aceh tersebut? Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Tag Terpopuler