DPR akan Ambil Sikap Politik Soal Blok Cepu
Selasa, 28 Feb 2006 10:45 WIB
Jakarta - Merasa kesal dengan bertele-telenya perundingan Blok Cepu, DPR akan menentukan sikap politik terkait penentuan operatorships Blok Cepu. Pengambilan sikap politik itu akan diambil dalam rapat gabungan antara Komisi VI dan VII DPR RI.Hal tersebut merupakan kesimpulan dari rapat kerja gabungan antara Komisi VI dan VII DPR RI yang digelar di Gedung DPR/MPR, Senayan Jakarta. Rapat yang berlangsung sejak Senin (27/2/2006) pukul 20.00 berakhir hingga Selasa (28/2/2006) pukul 01.00 WIB dini hari.Hadir dari pihak pemerintah adalah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sugiharto dan Menperin Fahmi Idris. Rapat gabungan tersebut sedianya membahas soal pasokan gas untuk industri. Namun di akhir rapat, agenda pun mulai melenceng ke masalah Blok Cepu.Rapat mulai memanas ketika ketua sidang yakni Agusman Effendi membacakan kesimpulan no. 4 tentang desakan Komisi VI dan VII agar pemerintah mengutamakan percepatan realisasi produksi migas di Blok Cepu.Sebagian anggota DPR kecewa karena tidak ada kata yang menyebutkan DPR meminta Pertamina menjadi operator. Beberapa anggota DPR seperti Didik Rachbini, Idealisman Dachi, Aria Bima, Ramson Siagian, dan Tjatur Sapto Edy meminta dalam kesimpulannya rapat mendukung Pertamina sebagai operator Blok Cepu.Namun Agusman menegaskan bahwa dalam kesimpulan telah disebutkan soal 'demi kemandirian bangsa di masa depan dan untuk kepentingan rakyat banyak'. Selain itu, Agusman juga berpendapat masalah penunjukan Pertamina tidak perlu dicantumkan karena tidak termasuk agenda rapat hari ini. Pernyataan Agusman itu justru memancing kericuhan dan saling tunjuk antara anggota DPR pun terjadi. Anggota DPR Hasto Kristanto bahkan menuding Agusman menguasai rapat dan tidak memberi kesempatan anggota DPR lain berbicara."Kenapa pimpinan sidang terlalu cepat mengambil keputusan, tidak memberi waktu mencerna seolah-olah ada konspirasi dalam rapat ini," cetusnya. Namun terakhir, Agusman mengambil jalan tengah dengan menyetujui digelarnya rapat gabungan kembali yang khusus membahas operator Blok Cepu. Sejumlah anggota DPR mendesak agar rapat gabungan digelar pada hari ini pukul 16.00 WIB. Namun Agusman mengatakan dirinya akan bertemu dengan Ketua Komisi VI untuk membahas jadwal bagi rapat gabungan membahas sikap politik DPR untuk memilih operator Blok Cepu.
(qom/)











































