Kementan-BNI Kolaborasi Bangun Ekosistem Smartfarming

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 15:26 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi kepada semua pihak yang menunjukkan kepedulian dan perhatian yang tinggi kepada para petani. Serta upaya yang dilakukan mereka dalam rangka regenerasi petani.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Program Milenial Smartfarming kerja sama PT BNI dengan Kementerian Pertanian, di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Siapa lagi yang akan membantu negara ini kalau bukan kita-kita semua. Saat ini yang penting dan mendesak adalah kebersamaan," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Menurutnya, momen hari ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah, BUMN, swasta dalam membangun ekosistem smartfarming.

"Sinergi ini adalah bentuk nyata merealisasikan arahan dan visi presiden untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian berbasis teknologi," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga mengungkapkan Jawa Barat adalah tanah yang subur dan indah.

"Kurang apa lagi Allah berikan kepada Jawa Barat. Karena itu, petani-petani kita yang ada di Cicalengka ini harus mengoptimalkan pemberian ini. Milenial harus diturunkan. Sekarang, cari uang di desa. Karena di sana ada pertanian, sumber kehidupan," pungkasnya.

Selain menghadiri penandatanganan kerja sama, Syahrul bersama Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Barat Beni Ahmad Bachtiar, Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara Muchidin, Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, melakukan panen jagung pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi bersama petani milenial.

Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan membangun pertanian membutuhkan effort yang luar biasa. Menurutnya, program intensifikasi dan ekstensifikasi perlu didukung dengan pola pembangunan yang sesuai dengan era sekarang, yaitu smartfarming.

"Disruption bukan hanya di teknologi tapi juga pada cara-cara lama. Cara lama mengelola pertanian mungkin bisa dikembangkan dengan smartfarming ini. Membaca cuaca, kapan pemupukan, bisa dideteksi dengan teknologi," ujarnya.

Sementara itu, Andi perwakilan petani milenial penerima KUR yang menggunakan aplikasi agree dan alat sensor ritx mengatakan ia sangat terbantu sebagai petani jagung.

"Aplikasi ini mempermudah memantau lahan di mana dan kapan pun. Mulai dari kondisi lahan. Alat sensor dapat mengendalikan lahan jagung mulai penyiapan lahan pemupukan dan lain sebagainya yang sudah di-instal di hand phone," ujarnya.

Lihat juga Video: Di Tengah Kesibukan, Chelsea Islan Tak Lupa Siapkan Masa Depan

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/hns)