Segede Itu, Buat Apa Aja Sih Stimulus Biden Rp 27 Ribu Triliun?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 08:51 WIB
Covid-19: Joe Biden keluarkan 10 perintah eksekutif untuk perangi pandemi virus corona
Foto: BBC World
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menandatangani stimulus ekonomi senilai US$ 1,9 triliun setara Rp 27.170 triliun (kurs Rp 14.300/US$) menjadi Undang-Undang (UU). Stimulus itu diluncurkan untuk membantu orang AS yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Dikutip dari BBC, Jumat (12/3/2021) nilai stimulus itu menjadi yang terbesar dalam sejarah AS. Paket bantuan yang menjadi kemenangan bagi Biden itu disebut akan membangun kembali ekonomi Negeri Paman Sam.

Joe Biden mengesahkan stimulus AS kemarin, pada Kamis sore waktu AS. Sebelumnya dia dijadwalkan untuk mengesahkannya hari ini. Namun, jadwalnya dipercepat oleh Kongres AS, mengingat stimulus ini memiliki banyak dukungan dari berbagai pihak.

UU stimulus ekonomi sebesar US$ 1,9 triliun tersebut mencakup pembayaran langsung satu kali senilai US$ 1.400 untuk dikirim ke sebagian besar warga AS. Lalu memperpanjang pembayaran tunjangan pengangguran mingguan sebesar US$ 300 hingga September 2021.

Berikutnya, mengalokasikan US$ 350 miliar untuk pemerintah negara bagian dan lokal, sekitar US$ 130 miliar untuk pembukaan kembali sekolah, US$ 49 miliar untuk pengujian dan penelitian COVID-19 yang diperluas, serta US$ 14 miliar untuk distribusi vaksin COVID-19.

Saat ini, pasangan di AS dapat mengajukan permohonan sebesar US$ 2.000 per anak di bawah Kredit Pajak Anak untuk anak di bawah 24 tahun. UU ini juga meringankan pajak menjadi US$ 3.000 untuk setiap anak usia 6 hingga 17 tahun. Anak-anak di bawah usia 6 tahun akan menerima tunjangan US$ 3.600.

Namun, proposal untuk menaikkan upah minimum nasional dari US$ 7,25 menjadi US$ 15 per jam yang menjadi poin penting di Senat tidak berhasil final dari RUU tersebut.

Pejabat Gedung Putih mengatakan stimulus ekonomi itu akan dibagikan sebelum akhir Maret. Petugas pajak di Internal Revenue Service (IRS) menggunakan laporan pajak untuk menentukan ukuran pasti pembayaran setiap orang. Karena alasan itu mereka mendesak warga AS untuk segera mengajukan pengembalian pajak mereka, yang jatuh tempo 15 April.

Sebelum menandatangani RUU di Gedung Putih Oval Office, Joe Biden mengatakan RUU itu akan membangun kembali tulang punggung AS dan memberi kesempatan bagi pekerja hingga orang berpenghasilan menengah berjuang lagi melawan pandemi COVID-19.

Simak video 'Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)