Dari Dirjen Bea Cukai ke Sekjen Kemenkeu, Begini Sepak Terjang Heru Pambudi

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 14:43 WIB
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantik Heru Pambudi menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan. Heru menggangikan Hadiyanto yang dipilih menjadi Dirjen Perbendaharaan Kementerian keuangan.

Sebelum menjadi Sekjen, Heru sudah sangat lama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dia mengemban tugas sebagai orang nomor satu di urusan kepabeanan dan cukai sejak 1 Juli 2015.

Berikut sepak terjang Heru Pambudi yang dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Jumat (12/3/2021). Pria kelahiran Bondowoso pada tanggal 11 Februari 1970 ini menempuh pendidikan S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Indonesia.

Gelar Sarjana Ekonominya diraih pada tahun 1996. Menempuh pendidikan S2 di University of Newcastle Upon Tyne, Inggris dan mendapatkan gelar Master of Law pada tahun 2001.

Heru tercatat mengawali karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelaksana di Kementerian Keuangan pada tahun 1992 di Direktorat Verifikasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II pada tahun 2002, sebagai Kepala Seksi Impor pada tahun 2003. Tahun 2007 dipromosikan menjadi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Tanjung Uban, kemudian tahun 2008 menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III.

Pada 26 Maret 2010 dipromosikan menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, tahun 2011 menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi, dan pada 19 Maret 2015 menjadi Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai.

Pada 1 Juli 2015 beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dan saat ini, tanggal 12 Maret 2021 dirinya dipercaya menjadi Sekjen Kementerian Keuangan.

Atas pengabdian Beliau hingga saat ini, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX tahun.

(hek/zlf)