Pabrik Louis Vuitton Abal-abal di China Digerebek, Omzetnya Ratusan Miliar!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 16:17 WIB
Logo Louis Vuitton LV
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kepolisian China menutup produsen Louis Vuitton (LV) palsu. Produsen tersebut menghasilkan 100 juta yuan (US$ 15,4 juta) atau setara dengan Rp 215, 6 miliar.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (12/3/2021), hampir 40 orang termasuk pramuniaga toko ditangkap terkait dugaan pemalsuan tas selama periode empat tahun menutur media lokal Thapaper.cn.

Dalam beberapa kasus, mereka memproduksi tas palsu sebelum versi aslinya beredar di pasaran. Dalam operasinya, mereka juga menambahkan teknologi chip yang mereka klaim memungkinkan untuk memverifikasi produk asli.

Near Field Communication (NFC) chip adalah sensor kecil yang sering dipasang di bagian dalam barang bermerek mewah dan yang menampilkan informasi untuk dilihat konsumen dengan smartphone mereka.

Saat beroperasi, mereka juga menemukan pemasok yang dapat menyalin sertifikat, label, amplop dan surat. Para tersangka pemalsu berada di provinsi Guangdong telah dituduh memproduksi dan menjual barang merek dagang terdaftar secara ilegal.

Penipuan itu awalnya terungkap pada Desember 2019 ketika polisi menemukan orang-orang yang menjual tas bajakan Louis Vuitton dan aksesori lainnya di media sosial. Pemalasuan ini melibatkan sekitar 40 workshop ditutup pada Juli tahun lalu.

Adapun awal mula kerjanya kelompok ini ialah memproduksi kulit yang dicetak dengan pola LV pada tahun 2018 namun gagal karena pola palsu cepat luntur. Pada Maret tahun lalu mereka menyemprotkan pola menggunakan teknik berbeda yang lebih efektif dan dalam lima bulan telah menghasilkan 2.300 yard kulit yang disemprot yang dapat menghasilkan 6.900 tas.

Selanjutnya, kelompok tersebut akan membeli tas asli dari toko eceran Louis Vuitton yang kemudian akan dibongkar untuk menghasilkan kulit dengan pola yang sama.

Tak berhenti di situ, mereka juga merekrut juga merekrut seorang pramuniaga di toko Louis Vuitton asli tempat mereka membeli lebih dari selusin tas asli.

Pramuniaga menyediakan materi pelatihan internal termasuk desain dan grafik detail tas yang belum dijual di China. Beberapa desain dijual sebelum yang asli mencapai toko ritel, beberapa sampai ke Timur Tengah.

Tas bajakan yang harganya hanya 100 sampai 200 yuan (US$ 15 sampai $ 30) dijual dengan harga antara 300 sampai 500 yuan (US$ 45- $ 75) yuan ke dealer. Dealer menambahkan 40% mark up dan menjual tas ke dealer lain di seluruh negeri sebelum menjualnya ke pelanggan ritel.

Simak juga 'Hacker China-Rusia Diduga Colong Data Vaksin Eropa':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)