Membandingkan Harta Keluarga Kerajaan Arab Saudi dan Inggris

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 19:00 WIB
A handout picture provided by the Saudi Royal Palace shows Saudi Arabias King Salman attending the the first joint European Union and Arab League summit in the Egyptian Red Sea resort of Sharm el-Sheikh, on February 24, 2019. (Photo by BANDAR AL-JALOUD / various sources / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Foto: istimewa

Dari catatan detikcom, sumber harta untuk tiap anggota kerajaan cukup berbeda, namun umumnya keluarga kerajaan mendapatkan hartanya dari biaya sewa dan hibah.

Setidaknya ada tiga pendapatan utama khusus untuk Ratu Elizabeth II. Pertama bagi sang ratu, ada tiga sumber utama pendapatan, mulai dari Sovereign Grant atau hibah negara, properti pribadi dan investasinya, hingga pendapatan dari the Duchy of Lancaster estate.

Hibah negara pada dasarnya adalah rekening pengeluaran, yang meliputi biaya perjalanan, keamanan, staf dan pemeliharaan istana kerajaan. Hibah tersebut dihasilkan dari koleksi properti, peternakan Inggris, hingga Crown Estate yang menghasilkan ratusan juta poundsterling setiap tahun.

Sebagian besar pendapatan dari Crown Estate masuk ke kas pemerintah. Tetapi sebagian dari keuntungan, yakni kisaran 15% hingga 25% dan diberikan kepada Ratu dalam bentuk Hibah Penguasa.

Sumber pendapatan penting lainnya dari sebuah properti komersial, pertanian, dan perumahan yang berasal dari tahun 1265. Sang Ratu menggunakan uang ini untuk membayar pengeluaran resmi dan pribadi, termasuk beberapa biaya yang dikeluarkan oleh anggota keluarga kerajaan lainnya yang melakukan pertunangan resmi atas namanya.

Dia juga memiliki aset pribadinya, termasuk Balmoral Castle di Skotlandia, dan Sandringham Estate di timur Inggris. Keduanya diwariskan dari ayahnya. Ratu juga memiliki koleksi perangko yang berharga, banyak karya seni dan portofolio saham.

Aset lain yang terkait erat dengan Ratu, termasuk Permata Mahkota dan banyak karya seni rupa, sebenarnya dimiliki oleh Royal Collection Trust, sebuah badan amal.

Sementara itu, anak Ratu Elizabeth, Pangeran Charles dan istrinya menggantungkan penghasilannya dari campuran uang publik dan swasta. Mereka dikenal secara resmi sebagai tuan tanah berjuluk The Prince of Wales dan The Duchess of Cornwall.

Lebih dari 90% pendapatan mereka berasal dari perkebunan swasta, Duchy of Cornwall, yang didirikan pada tahun 1337 untuk memberikan penghasilan kepada pewaris takhta. The Duchy of Cornwall memiliki dan mengoperasikan tanah di daerah pedesaan dan perkotaan, koleksi pulau dan cottage sewa di tempat-tempat seperti Wales dan Cornwall.


(hal/zlf)