Strategi Bangkit Setelah Restart Ekonomi Imbas Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 14 Mar 2021 20:30 WIB
Poster
Foto: Arsjad Rasjid (Istimewa)
Jakarta -

Pandemi virus Corona jelas menjadi hambatan tersendiri bagi perekonomian dunia. Berbagai aktivitas industri utama lumpuh dan merembet ke berbagai sektor industri turunan. Memicu lonjakan pengangguran dan angka kemiskinan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Ini bisa dibilang ekonomi kita restart. Big restart," kata Direktur Utama Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid saat berbincang dengan detik.com, belum lama ini.

Maksud big restart yang disampaikan Arsjad adalah dimulainya lagi perekonomian dari titik terendah. Ini terjadi karena hampir seluruh negara di dunia mengalami kejatuhan ekonomi yang dahsyat imbas pandemi.

Agar bisa bangkit, lanjut Arsjad, ada sejumlah resep yang bisa ditempuh para pelaku usaha. Resep utama, lanjut dia, adalah dengan menjaga kemampuan untuk beradaptasi di tengah pesatnya perubahan yang terjadi.

"Dengan keadaan sekarang ini, apa lagi semua berubah-ubah terus. Kita harus punya agility, kita harus bisa adaptasi, harus bisa inovatif. Nah ini kalau kita mau selamat," tegas Calon Ketua Umum Kadin ini.

Ia mengingatkan, mereka yang enggan mengikuti perubahan bisa mati tergilas perubahan itu sendiri. Ia mencontohkan, ada sejumlah industri yang sempat menjadi penguasa pasar namun akhirnya gugur karena enggan melakukan perubahan.

"Kalau kita nggak berubah, mati kita. Itu sama dengan Kodak, sama dengan dengan Nokia. Merasa besar lalu sombong, nggak mau berubah," tutur dia.

Dalam konteks kekinian, lanjut Wakil Ketua Umum Kadin ini, adaptasi yang perlu dilakukan adalah dengan menggenjot digitalisasi. Seluruh pelaku usaha di seluruh tingkatan harus membuka diri terhadap digitalisasi ini. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan diri dengan perubahan budaya dalam penyelenggaraan rapat.

"Dulu nggak terbayang secara kultur, meeting dengan pejabat untuk bilang 'video call saja ya pak?'. Tapi dengan ini (pandemi), sekarang mungkin. Ini bukti kalau akselerasi pada digitalisasi terjadi sangat pesat," beber dia.

Bersambung ke halaman selanjutnya.



Simak Video "Per 22 Oktober 2021, Realisasi PEN Sudah Capai 58,3 Persen"
[Gambas:Video 20detik]