Manfaatkan Platform Digital, Pengusaha Sepatu Bisa Kembangkan Bisnis

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 11:30 WIB
Toko sepatu
Foto: Shopee
Jakarta -

Jatuh bangun merupakan hal yang kerap ditemui dalam membangun sebuah usaha. Hal ini juga yang dirasakan oleh Uda Irman, pengusaha sepatu asal Ciomas, Bogor. Perjuangannya membangun usaha telah mengalami jatuh bangun, mulai dari berulang kali gagal mencoba berjualan kue dan membuka kafe, hingga membuka lembar baru di pertengahan tahun 2000, yaitu memulai peruntungan menjadi pengusaha sepatu.

Bermodalkan pengalaman menjadi karyawan toko sepatu, menggali info, dan mencoba eksperimen desain personalnya Irman membekali keberanian untuk membuka usaha lini sepatu bernama POLLENZO secara offline. Sayang, di tahun ke-6 bisnisnya harus tumbang karena minimnya pengetahuan dan strategi bisnis yang berkelanjutan.

"Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh proses. Kita harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri," jelas Irman dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Tak berputus asa dengan kegagalan tersebut, pada akhir tahun 2015 Irman mengalihkan bisnis sepatunya ke ranah digital dengan diawali pendekatan bisnis secara massal melalui media sosial. Diakuinya, ada kurang lebih 10 transaksi per hari berkat cara baru penjualannya tersebut.

Kebangkitan itu dipacu juga saat Irman melihat teman lainnya bisa mendapatkan pesanan banyak. Diakuinya, ia mencari cara lain untuk membangun bisnisnya lebih besar lagi hingga mengetahui adanya cara untuk menambah jumlah pesanan melalui sebuah platform e-commerce bernama Shopee.

Irman mengaku, perjalanannya selama kurang lebih lima tahun bersama Shopee berhasil membuahkan hasil yang sangat baik. Seperti mengembangkan usaha sepatu rumahannya yang yang semula hanya memiliki satu gudang, kini berkembang menjadi 3 gudang di daerah Bogor. Serta berhasil menciptakan lapangan kerja untuk karyawan dari semula hanya 5 orang, kini telah bertambah menjadi 25 orang.

"Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa, jika dibandingkan dengan awal buka, sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat. Tidak bisa di pungkiri saya juga dibantu sama Shopee untuk menaikkan penjualan dan mendapatkan eksposur dengan fitur-fitur yang ada di Seller Center," pungkasnya.

Adapun manfaat eksposur digital ini dirasakan Irman melalui berbagai rangkaian program dan fitur yang diadakan oleh Shopee. Seperti flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, serta promo kampanye yang selalu diikutinya.

Meski demikian, Irman pun menekankan hal penting yang harus selalu dicatat seluruh penjual. Yakni mau terus belajar untuk memahami produk-produk serta fitur dalam e-commerce ini agar dapat mengatur strategi bisnis toko masing-masing.

Irman mengaku, keikutsertaan usahanya di Shopee memberikan product insight dan market input yang membantunya menggali lebih dalam tentang potensi produk yang bisa ia kembangkan. Ia pun menyampaikan, keikutsertaanya dalam program Shopee telah terbukti bisa menjaring pangsa pasar baru yang lebih luas.

Selain mendapat eksposur dari sederet fitur Shopee, Irman juga mengaku terbantu dengan adanya Program Ekspor Shopee, terlebih di tengah pandemi yang juga mengguncang bisnisnya. Menurutnya, bentuk eksposur berupa ekspor ini sangat bermanfaat untuk tetap membuka peluang di tengah masa sulit seperti ini.

Sebagai informasi, program dari Shopee yang berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor, asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) ini bertujuan mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030. Diketahui, program yang dimulai awal Maret 2021 ini didukung Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan.

Ia menjelaskan, POLLENZO mendapatkan order ekspor perdananya dua tahun yang lalu, dan terus mencatatkan penghasilan tambahan untuk usaha rumahan setiap harinya dari luar negeri. Setelah Singapura sama Malaysia, kini Uda Irman sudah mendapatkan pesanan dari Thailand. Bahkan Uda Irman mengaku sudah mendapatkan tawaran untuk ikut dalam program flash sale di Thailand.

"Program ekspor ini memainkan peranan penting terutama untuk UMKM lokal seperti saya agar terus naik kelas. Selain ada kebanggaan tersendiri melihat produk sepatu saya dari Ciomas, Bogor, yang kini sudah mendunia, ini juga menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk bisa menciptakan model-model sepatu baru agar dapat terus dipercaya, dan membuktikan kalau barang-barang produksi dalam negeri nggak kalah berkualitas dari yang sudah ada di luar negeri," tutur Irman.

Irman menyampaikan, berita ekspansi destinasi ekspor Shopee ke Vietnam dan Brazil sontak membuatnya senang karena produknya bisa dibantu meraih pasar lebih luas dengan naik ke panggung global.

Ke depannya ia pun menyampaikan ingin terus mengembangkan bisnis dan menggali bisnisnya lebih jauh lagi agar dapat bersaing dengan kompetitor dengan produk baru POLLENZO yang kekinian, menarik, dan memiliki ciri khasnya sendiri.



Simak Video "Jokowi Minta Brand Asing di Mal Digeser dari Lokasi Strategis, Ganti Produk Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)