Bulog Impor 1 Juta Ton Beras, Mendag: Ini Bagian dari Strategi

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 20:30 WIB
Upaya Bulog untuk meningkatkan kualitas beras salah satunya dengan operasikan mesin Rice To Rice. Lewat mesin itu diharapkan beras Bulog memiliki kualitas baik.
Foto: Agung Pambudhy

Selanjutnya, Lutfi menjelaskan tiga faktor yang bisa jadi tidaknya Indonesia mengimpor beras atau mempengaruhi jumlah yang akan diimpor.

Pertama, dilihat dari realisasi dari prediksi produksi beras 2021. Produksi beras masih mungkin terpengaruh oleh faktor cuaca sehingga realisasinya bisa saja menjadi lebih rendah dari yang diprediksikan. Bila hal ini terjadi, maka Indonesia terpaksa mengimpor.

Kedua, faktor harga. Lutfi menjelaskan andai kata realisasi produksi baik, tetapi harga terus merangkak naik, maka mau tidak mau pemerintah wajib mengambil tindakan stabilisasi.

Ketiga, jika diperlukan penugasan khusus. Misal Bulog ditugaskan melakukan operasi pasar atau memasok kebutuhan beras bagi bantuan selama PPKM.

Selebihnya, Lutfi enggan terbuka, menurutnya tak elok bila pemerintah terlalu terbuka dengan strategi internalnya.

"Ini strategi saya, jumlah waktu dan harga itu ada di kantong saya. Enggak boleh saya ceritain, kalau saya ceritain semuanya bukan strategi namanya tapi pengumuman. Ini akan sulit jadinya," timpalnya.

Halaman

(eds/eds)