Benarkah Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi RI Mulai Terlihat?

ADVERTISEMENT

Benarkah Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi RI Mulai Terlihat?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 07:30 WIB
Kesibukan pelayanan bongkar muat di dermaga peti kemas ekspor impor (ocean going) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dipastikan tetap berjalan maksimal di tengah persiapan menyambut kunjungan Ratu Kerajaan Denmark Margrethe II bersama suaminya, Prince Henrik , Jakarta, Kamis (15/10/2015). Ratu Margrethe II dan Price Henrik akan berkunjung ke lokasi ini pada pekan depan, Kamis (22/10). Seperti diketahui Maersk Line, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia asal Denmark saat ini menjadi pengguna utama Pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Kehadiran Ratu Denmark menunjukkan kepercayaan negara asing terhadap kualitas pelayanan pelabuhan di Indonesia. Dalam satu tahun kapasitas pelayanan bongkar muat Pelindo II mencapai 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Agung Pambudhy/Detikcom
Ilustrasi/Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Pemulihan ekonomi Indonesia disebut sudah mulai terlihat. Hal ini tercermin dari meningkatnya kegiatan ekspor dan impor nasional dari berbagai sektor.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan barang yang diimpor kebanyakan adalah bahan baku dan barang modal. Selain itu vaksinasi yang sudah dijalankan juga menciptakan optimisme baru untuk perekonomian.

Neraca dagang Indonesia Februari 2021 yang surplus US$ 2,01 miliar tercatat lebih baik dibandingkan China yang mencatatkan defisit pada neraca dagangnya. Bahkan juga lebih baik dari Amerika Serikat (AS) yang pada Februari surplus US$ 1,2 miliar.

"China Februari ini defisit, kemudian Australia dan Brasil," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (15/3/2021).

Suhariyanto mengatakan catatan neraca dagang Indonesia pada dua bulan pertama 2021 cukup menggembirakan melihat nilai ekspor dan impornya yang masing-masing mencatatkan kenaikan. Kenaikan nilai ekspor tercatat pula pada sektor pertanian, industri, dan tambang.

Untuk ekspor Suhariyanto mengungkapkan per Februari 2021 ekspor Indonesia tercatat US$ 15,27 miliar atau naik 8,56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, performa ekspor ini terasa di seluruh sektor dan paling terasa pada ekspor migas. "Kalau dilihat sejak November 2020 ekspor kita selalu tumbuh positif secara year on year. Tentu ini perkembangan yang sangat menggembirakan dan diharapkan ekspor ke depan makin bagus," jelas dia.

Dia menambahkan kegiatan impor ini juga tercatat mengalami peningkatan. Per Februari saja impor RI tercatat US$ 13,26 miliar naik 14,86% dibandingkan Februari 2020.

Menurut dia kenaikan impor ini terjadi pada bahan baku yang tercatat 11,5% dan barang modal naik 9,85% secara bulanan dan naik 17,68% secara tahunan."Geliat impor ini boleh dibilang menggembirakan, mengindikasikan pergerakan industri. Nantinya investasi mulai bergulir dan dilihat hasilnya saat merilis angka PDB kuartal I pada Mei nanti," jelas dia.

Simak video 'Airlangga Klaim Pemulihan Ekonomi RI Selama Pandemi Covid-19 Telah V-Shape':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT