Ekonomi RI Terancam Gagal Balik ke 5%, Begini Skenarionya

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 05:46 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tak akan mencapai 5%. Berdasarkan skenario yang diungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa paling mentok cuma tumbuh 4,8%.

Ada dua skenario. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya menyentuh 4,2% di 2021. Itu terjadi jika dari total sasaran penerima vaksin virus Corona (COVID-19), 39% di antaranya sudah divaksinasi pada September 2021.

"Kalau kita mulai September 2021, yang 39% tadi maka kira-kira (pertumbuhan ekonomi) 4,2%. Itu optimismenya tapi masih bisa di bawah 4,2% itu," kata Suharso dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, kemarin Rabu (17/3/2021).

Namun, jika 39% sasaran sudah divaksinasi pada Juli maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai 4,8%.

Vaksinasi terhadap 39% sasaran penerima vaksin itu diperkirakan mendorong percepatan mobilitas masyarakat. Hitung-hitungan di atas dilakukan bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

"Jadi dilakukan perhitungan apabila 39% dari 181,5 juta penduduk yang akan divaksin itu bisa dipercepat, maka setidaknya mobilitas itu mulai Juli akan menanjak. Tapi kalau hitung seperti apa yang kita lakukan hari ini, maka akan terjadi pada September 2021," sebutnya.

Bagaimana agar target 39% dari 181,5 juta penduduk dapat divaksinasi hingga Juli? kata Suharso caranya mempercepat proses penyuntikan vaksin menjadi lebih dari 1 juta orang per hari.

Bank Indonesia (BI) pun telah mengoreksi pertumbuhan ekonomi RI tapi masih di kisaran 5%. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak video 'Airlangga Klaim Pemulihan Ekonomi RI Selama Pandemi Covid-19 Telah V-Shape':

[Gambas:Video 20detik]