Holding Ultra Mikro Dibentuk, Nasib Karyawan Pegadaian-PNM Gimana?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 12:25 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pemerintah menjamin tak ada pengurangan pegawai di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam pembentukan holding ultra mikro. Bahkan, pemerintah mengklaim bisa ada kenaikan keuntungan atau benefit untuk karyawan karena adanya holding ini.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menekankan tidak ada pengurangan pegawai. Dia bilang, benefit untuk karyawan bisa naik karena membaiknya kinerja serta adanya efisiensi yang tercipta dari holding.

"Kami meyakinkan sekali lagi bahwa tidak ada pengaruh ke pegawaian pada Pegadaian dan PNM. Tidak ada pengurangan pegawai tidak ada pengurangan benefit, semuanya berjalan seperti apa adanya," katanya dalam rapat dengan Komisi VI, Kamis (18/3/2021).

"Bahkan kami meyakini dengan efisiensi dari cost of fund dan cost of reserve tadi, kita bisa pass on itu sebagai kenaikan benefit buat PNM dan Pegadaian, karena kami meyakini laba PNM dan Pegadaian ke depan akan meningkat karena sebagian biaya dikurangi, Pegadaian dan PNM dapat menikmati kenaikan laba yang akan di pass on juga pada benefit dari karyawannya," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari holding ini akan ada efisiensi dari biaya dana atau cost of fund. Kartika mengatakan, cost of fund PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk saat ini adalah 2,3%. Sementara, pembiayaan PNM dan Pegadaian saat ini masih tergantung dengan pasar modal di mana biaya dana di Pegadaian sekitar 6-7% dan PNM 9-10%.

"Tentu dengan pembiayaan sebagian besar akan didukung funding dana pihak ketiga BRI, tentu cost of fund PNM dan Pegadaian akan turun secara signifikan dan ini diharapkan akan di pass on kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan dengan bunga yang lebih rendah," ujarnya.

Efisiensi juga terjadi dalam hal biaya operasi. Sebab, Pegadaian tidak perlu menyewa atau membangun kantor baru.

"Efisiensi lain dalam konteks jaringan di mana contoh Pegadaian ke depan untuk ekspansi tidak perlu lagi menyewa atau membangun kantor-kantor baru, tapi cukup menempel pada unit-unit desa BRI. Cukup membangun counter dan self deposit untuk menyimpan emas atau barang gadai lainnya sehingga biaya pembukaan kantor Pegadaian ke depan akan jauh lebih murah," terangnya.

(acd/eds)