Bosan Jadi Pekerja, Lulusan SMP Sukses Tekuni Bisnis Mebel Kayu

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 15:49 WIB
Jelajahumkmdemak
Foto: Pradita Utama/detikcom
Demak -

Kesuksesan memang tidak datang begitu saja. Dibutuhkan proses dan ketekunan untuk bisa meraihnya. Itu juga yang dilakukan Hanafi, seorang pria lulusan SMP yang kini sukses menggeluti usaha bisnis mebel kayu, di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Kala itu, Hanafi merantau ke Jakarta bersama rombongan di Demak untuk menjadi pekerja mebel. Tuntutan akan kebutuhan ekonomi jadi alasannya. Namun, karena bosan terus menjadi pekerja hingga 8 tahun lama nya di Bintaro, akhirnya ia memutuskan untuk membuka usaha mebel sendiri di kampungnya di Demak.

"Saya di Bintaro lama, ada 8 tahun. Di Pondok Ranji saya ngontrak itu di gang keramat. Terus lama-lama kan bosan, berhubung ada pengalaman, akhirnya saya buka sendiri," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu saat Jelajah UMKM.

Saat itu pada 2016 modal usaha pertamanya sebesar Rp 10 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk membeli kayu jati dan mahoni di Perhutani. Ia pun memproduksi berbagai kebutuhan rumah, seperti pintu, jendela hingga lemari.

"Saya bikin semua, lemari, tempat tidur, meja rias, terus meja-meja sekolah, pintu kusen, semua. Bahannya kayu jati sama mahoni, ngambilnya di perhutani dari Bojonegoro, Ngawi," tuturnya.

"Satu lemari biasanya pakai kayu pinggiran, kalau kayu bagus biasanya buat pintu, sama jendela. Jadi yang bagus untuk pintu semua," imbuhnya.

JelajahumkmdemakBosan Jadi Pekerja, Lulusan SMP Sukses Tekuni Bisnis Mebel Kayu Foto: Pradita Utama/detikcom

Lambat laun nasib baik pun menghampirinya. Ia banyak mendapat proyek rumah di Demak untuk membuat pintu. Selain Demak, ia juga kerap mendapat pesanan dari Jakarta hingga Palangkaraya dari jejaringnya saat bekerja dulu.

"Paling mahal pintu kayu ukir, satu set plus finishing Rp 6 juta. Dijualnya sampai Jakarta, Palangkaraya, paling banyak di Jakarta. Kirimnya pakai ekspedisi, kita foto, video kirim sana, pintu jendela itu paling cepat dapat duit," jelasnya.

JelajahumkmdemakBosan Jadi Pekerja, Lulusan SMP Sukses Tekuni Bisnis Mebel Kayu Foto: Pradita Utama/detikcom

Lebih lanjut, dia mengaku usahanya memang tidak menentu bergantung pada proyek rumah. Saat permintaan banyak ia bisa membuat berbagai pintu hingga jendela. Adapun Omzet yang didapat pun per bulannya bergantung pada permintaan produksi tersebut.

"Kalau proyek 1 rumah, pintu per jendela, kebanyakan, jendelanya paling gak maksimal 6, biasanya 2 depan, 2 samping, 2 kamar. Harga jendela agak murah, 1 nya sekian dapatlah kalau kerjaan rame Rp 20 juta bisa dapat. Tapi namanya kerjaan gak selalu rame," ungkapnya.

Hanafi juga mengaku setelah mendapat pinjaman permodalan dari Bank BRI usahanya terus bergeliat. Perbedaanya terlihat dari tinggal masih kontrak hingga sekarang memiliki tempat tinggal sendiri, yang menyatu dengan tempat usahanya.

"Pastinya ada perbedaan, dulu ambil Rp 25 juta, saya beliin kayu semua. Alhamdulillah ada peningkatan usaha, 16 bulan ketutup. Pertamanya aku juga gak punya rumah, wong aku dari nol usahanya. Awal masih tinggal ngontrak," ungkapnya.

JelajahumkmdemakBosan Jadi Pekerja, Lulusan SMP Sukses Tekuni Bisnis Mebel Kayu Foto: Pradita Utama/detikcom

Ia pun berharap ke depan usahanya masih terus berjalan dan permintaan bisa semakin bertambah. "Harapannya ke depan bisa buat rumah sendiri, jadi tempat yang di sini saya buat mebel semua. Bisa melebarkan sayaplah. Jadi tempat buat mebel dan ada tempat rumah sendiri," jelasnya.

Sebagai informasi, kisah dari usaha mebel kayu ini menjadi satu dari kumpulan kisah dalam program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia. Program Jelajah UMKM mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap kunjungi detik.com/tag/jelajahumkmbri

(akn/hns)