Kekayaan Trump Tergerus Rp 9,94 T Selama Jadi Presiden AS

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 09:44 WIB
Donald Trump kini dijerat kasus pajak usai lolos dari pemakzulan, bagaimana perkembangan penyelidikannya?
Donald Trump/Foto: BBC World
Jakarta -

Kekayaan bersih Donald Trump turun US$ 700 juta atau Rp 9,94 triliun (kurs Rp 14.200) menjadi US$ 2,3 miliar atau sebesar Rp 32,66 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index. Penurunan itu terjadi selama dia menjabat sebagai presiden AS.

Dilansir BBC, Jumat (19/3/2021), pandemi COVID-19 telah menggerus kekayaannya. Gedung perkantoran Trump, hotel dan resort kehilangan pendapatan besar dan nilainya pun jatuh. Armada pesawat dan lapangan golfnya juga nilainya turun.

Bloomberg menganalisis dokumen keuangan dan pengajuan lainnya dalam periode Mei 2016 dan Januari 2021 untuk menghitung kekayaan Trump sebelum dan sesudah ia menjadi presiden AS.

Real estat komersial Trump menyumbang sekitar tiga perempat dari kekayaan bersihnya. Menara perkantoran yang dia miliki atau bekerja sama dengan pihak lain juga telah mengalami penurunan besar dari sisi nilai.

Hal itu karena saat pandemi lebih banyak orang bekerja dari rumah. Tren ini bahkan diperkirakan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Bloomberg memperkirakan penurunan 26% dari nilai kepemilikan properti komersial utamanya. Trump juga memiliki, mengelola atau melisensikan namanya ke sekitar selusin hotel dan resort, ditambah 19 lapangan golf.

Meskipun golf menjadi populer selama pandemi sebagai olahraga luar ruangan yang bisa menjaga jarak, dua lapangan Trump di Skotlandia secara konsisten mengalami penurunan pendapatan.

Setelah pengepungan Capitol Hill pada bulan Januari lalu, Asosiasi Pegolf Profesional Amerika (PGA) mengakhiri perjanjian untuk menjadi tuan rumah turnamen kejuaraan 2022 di lapangan golf Mr Trump di New Jersey. Tentu hal itu akan merugikan perusahaannya.

Simak juga video 'Donald Trump Kode Maju di Pilpres AS 2024':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.

Deutsche Bank, satu-satunya bank yang bersedia memberikan pinjaman kepada Trump saat kebangkrutan pada 1990-an, juga menyatakan setelah kerusuhan itu mereka tidak akan menjalin bisnis lagi dengan Trump.

Trump juga memiliki armada pesawat yang mencakup Boeing 757. Pesawat-pesawat ini berusia puluhan tahun dan nilainya telah turun selama bertahun-tahun.

Pada 2015 dia memiliki tujuh pesawat dengan nilai sekitar US$ 59 juta. Lalu pada 2020 lima pesawatnya bernilai hanya sekitar US$ 6,5 juta.

Selama masa kepresidenannya, keuangan Trump secara teratur menjadi sorotan dan dia sangat merahasiakan tentang berapa banyak pajak yang dia bayarkan.

Bulan lalu, Mahkamah Agung memerintahkan Trump untuk menyerahkan pengembalian pajak dan catatan keuangan lainnya kepada jaksa di New York.

Selama berbulan-bulan mereka telah berusaha untuk mendapatkan pengembalian pajak pribadi dan perusahaan Trump selama delapan tahun ke belakang.

(das/ara)