Orang Terkaya China Saingan Jack Ma Mundur dari Pimpinan e-Commerce

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 10:33 WIB
colin huang
Colin Huang/Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Pendiri grup e-commerce China yang sukses, Pinduoduo, Colin Huang dikabarkan mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan. Huang merupakan taipan China sebagai orang terkaya ketujuh di negara itu dengan kekayaan US$ 50 miliar.

Usai kabar itu diketahui publik, saham Pinduoduo senilai hampir US$ 200 miliar, turun hampir 8% dan menggerus sekitar US$ 4 miliar dari kekayaan Huang.

Pengunduran diri Huang diumumkan melalui sepucuk surat kepada pemegang saham perusahaan. "Sebagai pendiri perusahaan ini, saya mungkin orang yang paling cocok untuk mengambil tugas ini dengan keluar dari bisnis dan zona nyaman untuk memulai perjalanan eksplorasi," tulisnya, dikutip dari BBC, Jumat (19/3/2021).

Kini, Pinduoduo telah menunjuk Chen Lei sebagai ketua baru perusahaan. Chen sendiri merupakan teman sekelas Huang di Universitas Wisconsin-Madison dan diangkat sebagai kepala eksekutif pada Juli 2020.

Keluarnya Huang terjadi saat Pinduoduo menyusul raksasa teknologi saingannya JD.com dan Alibaba dengan 788 juta pembeli aktif tahunan di platformnya tahun lalu. Mantan karyawan Google itu sempat menduduki peringkat kedua orang terkaya di China tahun lalu, saat melonjaknya penjualan di bisnis e-commerce miliknya.

Fitur baru Pinduoduo dengan skema pembelian tim, di mana pelanggan berkumpul untuk membeli lebih banyak unit dengan harga lebih rendah, itu banyak memikat banyak konsumen.

Meski perusahaan berkembang pesat, Pinduoduo diketahui terus mengalami kerugian. Pinduoduo telah berulang kali mencari lebih banyak dana, mengumpulkan sekitar US$ 9 miliar dari investor sejak peluncuran pasar saham Wall Street pada 2018.

Pasar grosir online telah menjadi sangat kompetitif di China karena semakin banyak pembeli yang membeli bahan makanan sehari-hari dari ponsel mereka setelah pandemi. Namun, ada kritik online yang meluas tentang budaya kerja yang intens di industri teknologi China yang sedang berkembang pesat.

Pada bulan Desember, kematian karyawan Pinduoduo yang pingsan setelah keluar dari pekerjaan memicu kritik keras terhadap budaya kerjanya. Hal itu diduga karena banyak pekerja teknologi mengikuti jadwal "996" atau bekerja setiap hari dari jam 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu.

Simak juga video 'Begini Cara Produk China 'Hancurkan' Produk Dalam Negeri':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)