Pemerintah Klaim PPKM Mikro Bikin Jumlah Kasus Aktif Corona Turun 25,4%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 14:05 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah menyebut penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilakukan selama 10 minggu terakhir membuat jumlah kasus aktif COVID-19 turun.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dengan PPKM Mikro ini jumlah kasus aktif turun 25,42%.

Karena itu untuk kembali mengendalikan kasus COVID-19 ini pemerintah melakukan perpanjangan PPKM Mikro.

"Untuk menjaga tingkat pengendalian kasus COVID-19 dan pengendalian COVID-19 maka dilakukan perpanjangan PPKM Mikro mulai dari 23 Maret sampai 5 April," kata dia dalam konferensi pers, Jumat (19/3/2021).

Airlangga mengatakan ada sejumlah wilayah baru yang ditambahkan ke dalam PPKM Mikro ini seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, NTT dan NTB.

Dia menyebut per 15 Maret di 10 provinsi yang menjalankan PPKM Mikro penggunaan tempat tidur di RS rujukan mengalami penurunan hingga 70%.

"Secara nasional tidak ada provinsi dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) di atas 70%," jelasnya.

Kemudian selama pelaksanaan PPKM, seluruh provinsi telah berhasil meningkatkan persentase angka kesembuhan dibanding masa sebelum PPKM. Dalam masa PPKM, kasus aktif berhasil untuk lebih ditekan, dengan adanya peningkatan angka kesembuhan.

Kenaikan persentase kesembuhan tertinggi terdapat pada provinsi Banten dengan kenaikan +24,68% diikuti Kalimantan Timur +1,79% jika dibandingkan masa sebelum PPKM Mikro.



Simak Video "Pelaksanaan PPKM Bisa Rem Sejumlah Kasus Aktif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)