Tangani COVID-19, Menkes: Nggak Usah Bikin Rumah Sakit Baru

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 14:22 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Foto: kpcpen
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan rumah sakit dalam rangka penanganan COVID-19 tidak perlu dilakukan oleh Indonesia. Menurut dia, rumah sakit yang ada saat ini sudah cukup untuk merawat pasien.

Budi menjelaskan kunci dari penanganan COVID memutus rantai penularan dengan melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan disiplin.

"Jadi sebenarnya nggak usah investasi bikin rumah sakit baru," kata Budi dalam acara Rakor BLU 2021 secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Dalam penanganan kasus COVID, Budi menjelaskan secara empiris pemerintah hanya butuh menyiapkan tempat tidur yang lebih banyak dibandingkan dari jumlah pasiennya. Kapasitas tempat tidur rumah sakit di seluruh Indonesia termasuk sangat besar, yaitu sekitar 70.000.

"Jadi sebenarnya kapasitas tempat tidur isolasi cukup, yang penting jangan naik terus penularannya," ujarnya.

Dia mencontohkan, misalnya Badan Layanan Umum (BLU) rumah sakit di Kementerian Kesehatan memiliki 15 ribu tempat tidur dan hanya 10% yang disediakan untuk pasien COVID-19. Dengan meningkatkan porsi tempat tidur maka permasalahan penanganan pasien pun dapat teratasi.

"Ya saya naikkan saja jadi 30% kapasitasnya dan itu kan bisa menambah 4.000-an bed lagi," katanya.

Porsi tempat tidur untuk pasien COVID di rumah sakit yang rendah masih menjadi permasalahan dalam penanganan pandemi Corona di Indonesia. Oleh karena itu dirinya memastikan tidak perlu membangun rumah sakit baru melainkan hanya menambah porsi tempat tidur di masing-masing rumah sakit khususnya untuk pasien COVID-19.

"Yang penting bagaimana kita bisa menata kelola rumah sakit kita untuk tampung COVID lebih banyak dulu karena sekarang lagi banyak-banyaknya. Nanti kalau sudah turun ya kita kembalikan untuk pasien baru," ungkapnya.

Simak juga 'Menkes Budi Bicara soal Penundaan Distribusi Vaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)