Putaran Transaksi di Sentra Pengasapan Ikan Capai Ratusan Juta/Hari

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 14:50 WIB
Jelajahumkmdemak
Foto: Pradita Utama/detikcom
Demak -

Sentra pengasapan ikan asap di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, belum lama ini jadi pasar percontohan nasional dalam penataan dan pengolahan pengasapan ikan. Produksinya yang melimpah hingga 25 ton per hari membuat sentra pengasapan ini potensial untuk dikembangkan.

Menurut Ketua Kelompok Koperasi Serba Usaha Asap Indah Tejo Purwoto, aktivitas pengolahan ikan asap ini sudah dilakukan anggota masyarakat hingga turun temurun. Pada mulanya teknik pengolahan ikan asap dilakukan di masing-masing rumah, namun karena polusinya mengganggu akhirnya dipindahkan di sebuah bangunan terpadu.

"Saat itu, Pemkab Demak bekerja sama dengan KKP membangun tempat pengasapan ikan terpadu. Ini bekas bangunan PSDA awalnya. Ini punya pemerintah pusat, terus mereka hibahkan ke provinsi, terus dihibahkan ke pemerintah daerah," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu saat Jelajah UMKM.

Tejo mengaku adanya sentra pengasapan ikan ini turut menopang perekonomian masyarakat sekitar terutama di masa pandemi ini. Pihaknya sebagai pengurus koperasi pun berupaya menjaga dan mengembangkan kualitas pengelolaan pasar pengasapan ikan tersebut dengan meluaskan pemasaran.

"Jadi kalau bicara mengenai prospek, sebenarnya sangat menjanjikan pengasapan ini. Di masa pandemi aja, dibandingkan desa-desa yang punya potensi lain, kita masih bertahan. Produksinya masih stagnan sekitar puluhan ton," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Tejo, untuk putaran transaksi di sentra pengasapan ikan ini juga cukup tinggi. Bahkan untuk produksi ikan asap 20-25 ton per hari saja, ada sekitar ratusan juta rupiah yang berputar di sentra pengasapan ikan yang jadi andalan Kabupaten Demak ini.

"Putaran uang di sini nggak kecil untuk ukuran 1 desa. Rp 500 juta loh per hari, belum matangnya, sedangkan rata-rata untuk 1 kwintal itu menguntungkan mereka Rp 200 ribu - Rp 300 ribu minimal, jadi kalau 20 ton itu berapa keuntungannya. Jadi putarannya ini lebih dari 500 juta per hari," jelasnya.

JelajahumkmdemakPutaran Transaksi di Sentra Pengasapan Ikan Capai Ratusan Juta/Hari Foto: Pradita Utama/detikcom

Lebih jauh, Tejo menuturkan besarnya putaran transaksi itu juga turut membuat investor lokal kepincut untuk menanam modal. Namun, kata dia, hal itu tidak berlangsung lama karena sistem kesepakatannya tidak begitu sesuai.

"Kita kemarin juga ada investor sampai berani nanam Rp di 480 juta selama cuman 15 hari. Jadi 15 hari sudah kita kembalikan lagi, karena saya gak mau beresiko tinggi. Mereka investasi segitu dengan harapan kan, mereka maunya bagi hasil dari ikan mentahnya, bahan baku, jadi ada sistem yang gak sesuai di kita," ungkapnya.

Selain itu, berkat produksinya yang melimpah ini, pihaknya juga kerap mendapatkan permintaan ekspor dari luar negeri. Namun, pihaknya mengaku masih kewalahan mengurus perizinan dan lain sebagainya.

"Bahkan inovasi kita pernah kedatangan dari thailand mereka minta ekspor juga, minta dari kami, sampai sekarang link nya masih ada, tapi secara prosesnya kami belum bisa, karena pengiriman harus di frozen dan lain sebagainya, jadi kami belum siap dengan perizinannya juga," jelasnya.

Diketahui, bahan baku ikan yang diolah di sentra pengasapan ikan ini hanya sebagian kecil yang berasal dari Kabupaten Demak, akan tetapi lebih banyak diperoleh dari pelabuhan perikanan di luar Kabupaten Demak, antara lain dari Pekalongan, Cirebon, Indramayu, Lamongan, dan Situbondo. Selain itu, untuk ikan tongkol dari wilayah Indonesia timur.

Menurut Tejo, adanya sentra pengolahan ikan asap tersebut, dirasa sangat besar manfaatnya karena mampu menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan khususnya bagi para pelaku usaha pengolahan ikan Desa Wonosari dan sekitarnya.

Sebagai informasi, Tejo merupakan nasabah Bank BRI. Kisah dari sentra pengasapan ikan ini menjadi satu dari kumpulan kisah dalam program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia. Program Jelajah UMKM mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap kunjungi detik.com/tag/jelajahumkmbri

(akn/hns)