Sontek Strategi Marketing Sido Muncul, Biar Produk Makin Laku

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 15:50 WIB
Irwan Hidayat
Foto: Erika Dyah
Jakarta -

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) dikenal sebagai produsen jamu praktis siap minum selama puluhan tahun. Seiring dengan perkembangan produk, Sido Muncul melakukan berbagai cara untuk mengenalkan produknya ke pasaran.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengungkap, baru-baru ini pihaknya melakukan kampanye berbagi berkah dengan memberikan nasi bungkus dan salah satu produk unggulan Sido Muncul, yakni Tolak Linu.

"Kita mulai kampanye ini untuk membantu masyarakat sembari mempromosikannya di sebelas kota. Pelaksanaannya seminggu sekali selama 3 bulan, tiap titik dibagikan 200-250 bungkus nasi bungkus untuk makan siang dan kita juga kasih produk kita Tolak Linu," jelas Irwan kepada detikcom saat ditemui di Kantor Sido Muncul, Jumat (19/3/2021).

Adapun untuk sebelas kota tersebut di antaranya Jakarta, Bogor, Tangerang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Lampung, Medan dan Malang.

Ia menyampaikan, pihaknya menggandeng para pedagang nasi seperti warung makan tegal (warteg), masakan padang dan warung kecil lainnya sebagai penyedia bahan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Adapun untuk sasaran penerima bantuan ini di antaranya ojek online, supir bus, supir taksi, supir angkot, masjid, dan lain sebagainya.

Melalui bantuan ini, Irwan berharap tak hanya dapat mempromosikan produk Tolak Linu. Tapi juga dapat berbagi kepada sesama serta turut membantu para UMKM di tengah sulitnya pandemi ini.

Irwan pun mengungkap, program ini dilakukan dengan menggunakan dana iklan agar bentuk promosi yang dilakukan oleh Sido Muncul bisa bermanfaat bagi banyak orang.

"Jadi semua yang kami lakukan ini ya sebetulnya Corporate Action Responsibility. Kalau seperti yang Sido Muncul lakukan selama ini kan biaya iklannya digunakan untuk beriklan pariwisata, misalnya ngomongin tentang lingkungan hidup. Juga kita buat iklan layanan masyarakat untuk informasi katarak," ujar Irwan.

Ia mencontohkan, di tahun 2011-2013 lalu pihaknya mengeluarkan dana sebesar US$5 juta untuk beriklan sembari mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata. Disampaikan oleh Irwan, Labuan Bajo yang di tahun 2010 sepi pengunjung kini bisa didatangi banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dari yang semula hanya mencatat 18.000 wisatawan pada tahun 2010, bisa meningkat menjadi 180.000 wisatawan di 2019.

"Nah itu menurut saya, saya gunakan iklan-iklan itu bukan untuk "Ayo minumlah Tolak Linu saja" atau "Minum Tolak Angin". Tapi kita juga berusaha membangun pariwisata, menyadarkan orang kalau katarak itu bisa disembuhkan, dan lainnya," tambahnya.

Irwan mengungkap, pihaknya menggelontorkan Rp 700 juta untuk program berbagi nasi bungkus kali ini. Ia pun menyampaikan akan memantau jalannya program ini dan jika berjalan efektif akan terus memperluas pembagian nasi bungkus dan produk Tolak Linu ke berbagai kota lain yang ada di Indonesia.

(mul/mpr)