Pemerintah China Panggil Alibaba hingga Tencent, Ada Apa?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 19:15 WIB
Tencent
Foto: istimewa
Jakarta -

Regulator China baru-baru ini memanggil 11 perusahaan teknologi lokal termasuk Alibaba Group, Tencent, dan ByteDance. Pemanggilan dilakukan untuk membicarakan penggunaan teknologi deepfake di platform konten mereka.

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/3/2021), administrator dunia maya China mengatakan pihaknya dan kementerian keamanan publik bertemu dengan perusahaan untuk membicarakan keamanan dan potensi masalah deepfake.

Kuaishou Technology dan Xiaomi Corp juga menghadiri pertemuan tersebut. Sayangnya semua perusahaan, termasuk Tencent tidak menanggapinya.

Untuk diketahui, deepfake adalah video rekayasa atau materi digital yang dibuat oleh artifial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang canggih hingga menghasilkan gambar dan suara yang terlihat dan terdengar seperti asli. Padahal orang tersebut tidak pernah melakukannya.

"Perusahaan diminta melakukan penilaian keamanan dan menyerahkan laporan kepada pemerintah ketika berencana untuk menambah fungsi atau layanan informasi baru yang memiliki kemampuan untuk memobilisasi masyarakat," kata pernyataan itu.

Saat ini di China juga ada lonjakan dalam peniruan aplikasi Clubhouse sejak layanan obrolan yang berbasis di AS diblokir di negara itu pada awal Februari. Pemilik TikTok, ByteDance, adalah salah satu dari banyak perusahaan yang membuat aplikasi mirip Clubhouse untuk pasar China.

Penawaran baru lainnya termasuk aplikasi Feichuan berbasis undangan Kuaishou dan pengerjaan ulang aplikasi Mi Talk oleh Xiaomi menjadi layanan audio khusus undangan yang ditargetkan untuk para profesional.

(aid/fdl)