Siap Melantai di Bursa Hong Kong, Bilibili Bidik Rp 43 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 12:30 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Platform video streaming, bertema animasi, komik dan permainan asal China, Bilibili bersiap melantai di bursa saham Hong Kong. Perusahaan mengincar dana sekitar US$ 3 miliar setara Rp 43 triliun (kurs Rp 14.368) dalam daftar listing yang akan datang di Hong Kong.

Dikutip CNBC, Kamis (18/3/2021) Perusahaan mengatakan akan menjual 25.000.000 saham sebagai bagian dari penawaran tersebut. Dari saham tersebut, 750.000 akan ditawarkan kepada investor ritel dan sisanya 24.250.000 kepada investor institusi.

Bilibili mengatakan saham untuk investor ritel tidak akan ditetapkan lebih tinggi dari 988 dolar Hong Kong atau US$ 127,22, tetapi saham yang dijual kepada investor institusi dapat ditetapkan dengan harga yang lebih tinggi.

Dengan harga 988 dolar Hong Kong, Bilibili bisa mengumpulkan 24,7 miliar dolar Hong Kong atau US$ 3,18 miliar. Perusahaan akan menetapkan harga penawaran akhir pada atau sekitar 23 Maret mendatang.

Bilibili yang saat ini terdaftar di Nasdaq adalah salah satu pendorong pendapatan terbesarnya. Bilibili juga menyelenggarakan siaran langsung di mana pengguna dapat membeli item virtual dan memiliki program keanggotaan premium. Itu juga menghasilkan uang dari iklan.

Sebelumnya, daftar sekunder Bilibili diprediksi dapat mengumpulkan US$ 1,5 miliar. Kemudian naik menjadi lebih dari US$ 2 miliar karena saham Bilibili di Nasdaq terus menguat. Saham perusahaan naik lebih dari 400% selama 12 bulan terakhir, yang merupakan alasan potensial untuk ambisi penggalangan dana yang lebih tinggi.

Bilibili mengatakan akan menggunakan dana dari listing tersebut untuk sejumlah kegiatan termasuk untuk mendukung pertumbuhan pengguna dan memperluas kontennya.

Perusahaan juga telah terdaftar di AS yang kini mengumpulkan uang di Hong Kong, mengikuti perusahaan seperti Alibaba, JD.com dan NetEase. Baru-baru ini juga, Baidu berencana melantai di Hong Kong dengan harga saham 252 dolar Hong Kong, dengan harga itu Baidu diprediksi akan mengantongi US$ 3,1 miliar.

(zlf/zlf)