Pesawatnya Tergelincir di Bandara Halim, Ini Profil Trigana Air

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 15:10 WIB
Pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma
Foto: Pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma (ist)
Jakarta -

Pesawat Trigana Air PK-YSF tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.26 WIB dan tidak ada korban jiwa.

Pesawat Trigana Air yang tergelincir ini merupakan pesawat kargo. Trigana Air merupakan maskapai penerbangan nasional yang didirikan pada 1991.

Maskapai ini bernama lengkap Trigana Air Service. Pada awal 1991, maskapai Trigana hanya mengoperasikan dua jenis pesawat yaitu Beechcraft Super-King Air B-200C (SKA B-200C) dan 2 helikopter NBell-412SP buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Mengutip situs resmi Trigana Air Service, awal mula maskapai ini beroperasi saat bekerja sama dengan PT Mapindo pada Maret 1991. Pada saat itu, pesawat SKA B-200C digunakan untuk foto pemetaan kehutanan di seluruh pulau di Indonesia.

Dari kerja sama ini, Trigana Air Service pun dapat menambah 3 armada pesawat. Pada saat itu perusahaan masih memanfaatkan pesawat tersebut untuk kegiatan khusus seperti foto pemetaan hutan.

Pada November 1991, Trigana Air Service mengenalkan helikopter NBell-412 SP. Pesawat ini dioperasikan atas nama Maxus Oil salah satu perusahaan eksplorasi minyak yang dikontrak oleh Pertamina di Pabelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Setahun berjalan, jumlah helikopter NBell 412 pun bertambah dan digunakan untuk awak dan pemindahan logistik dengan standar operasi serta pemeliharaan yang sangat tinggi.

Selanjutnya, Trigana Air Service pun membeli empat pesawat F27-600 untuk menggantikan SKA B-200. Pengoperasian pesawat jenis barunya ini atas kontrak kerjasama dengan perusahaan minyak CONOCO dan Sempati.

(hek/hns)