Sejak Kapan RI Mulai Impor Beras? Ini Datanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 21 Mar 2021 19:16 WIB
Impor Beras
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Wacana impor beras 1 juta menuai polemik di masyarakat. Hal ini tentu menimbulkan tanya karena Indonesia yang kaya sumber daya alam impor beras.

Impor beras sendiri memang bukan barang baru. Sejak Orde Lama, kegiatan impor beras sudah berlangsung.

"Sejak jaman Orde Lama dan Orde Baru kita selalu impor beras," kata Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras ( Perpadi) Sutarto Alimoeso kepada detikcom, Minggu (21/3/2021).

Dia mengatakan, dalam dua dekade terakhir pemerintah kadang tidak mengimpor beras medium. Namun, impor beras khusus tetap berlangsung.

"Dalam dua dekade terakhir pemerintah kadang-kadang tidak impor beras. Tetapi impor beras khusus kita setiap tahun impor sekitar 250-350 ribu ton/tahun. Pemerintah tidak impor beras medium pernah tahun 2008, 2009, 2013, 2016, 2019, 2020. Tolong dicek lagi ya di data BPS," sambungnya.

Di sisi lain, lanjutnya, Indonesia juga pernah swasembada beras. Namun, itu terjadi setelah puluhan tahun impor.

"Pernah dinyatakan swasembada setelah puluhan tahun impor beras yang cukup besar dan tahun 1984 impornya sangat kecil dan menurut FAO sudah swasembada, kriteria swasembada itu kalau impornya dibawah 10% dari kebutuhan (FAO)," ungkapnya.

Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap, data impor beras dari tahun 2000 hingga tahun 2019. Indonesia tercatat melakukan impor dari sejumlah negara yakni Vietnam, Thailand, Tiongkok, India, Pakistan, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Myanmar, dan negara lainnya.

Total impor beras yakni 1,35 juta ton (tahun 2000), 644,73 ribu (tahun 2001), 1,80 juta (tahun 2002), 1,42 juta ton (tahun 2003), 236,86 ribu (tahun 2004), 189,61 ribu (tahun 2005), 436,10 ribu (2006), 1,40 juta (tahun 2007), 289,68 ribu (tahun 2008), 250,47 ribu (tahun 2009), 687,58 tahun (2010).

Indonesia impor sebanyak 2,75 juta tahun 2011, kemudian 1,81 juta ton (2012), 472,66 ribu (2013), 844,16 ribu (2014), 861,60 ribu (2015), 1,28 juta (2016), 305,27 ribu (2017), 2,25 juta (tahun 2018), dan 444,50 ribu (2019).

Adapun nilai impor beras sejak tahun 2000 adalah sebagai berikut:

1. US$ 319,13 juta (2000)
2. US$ 134,91 juta (2001).
3. US$ 342,52 juta (2002)
4. US$ 291,42 juta (2003)
5. US$ 61,75 juta (2004)
6. US$ 51,49 juta (2005)
7. US$ 132,62 juta (2006)
8. US$ 467,71 jutan (2007)
9. US$ 124,14 juta (2008)
10. US$ 108,15 juta (2009)
11. US$ 360,78 juta (2010)
12. US$ 1,51 miliar (2011)
13. US$ 945,62 juta (2012)
14. US$ 246,00 juta (2013)
15. US$ 388,17 juta (2014)
16. US$ 351,60 juta (2015)
17. US$ 531,84 juta (2016)
18. US$ 143,64 juta (2017)
19. US$ 1,03 miliar (2018)
20. US$ 184,2 juta (2019).



Simak Video "Jokowi Tidak Akan Impor Beras Hingga Akhir 2021, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)