Jalan Panjang RI Swasembada Daging Sapi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 11:24 WIB
Bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Pemerintah memprediksi harga daging sapi dan kerbau akan naik selama bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri nanti.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri secara mandiri, atau swasembada daging sapi. Pemerintah dan dunia usaha, serta akademisi juga mengakui hal tersebut. Indonesia masih harus melalui jalan panjang untuk bisa swasembada daging sapi.

"Untuk di Indonesia, ketersediaan daging sapi dan kerbau ini masih defisit. Yang jelas bahwa kita masih belum bisa swasembada," ungkap Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio dalam webinar Meat & Livestock Australia (MLA), Senin (22/3/2021).

Menurut Pujo, jumlah populasi penduduk Indonesia terus bertambah, namun populasi sapi dalam negeri tak mampu mengimbanginya. Hal itulah yang menyebabkan Indonesia belum mampu swasembada, dan masih membutuhkan bantuan impor.

"Oleh sebab itu dibutuhkan strategi pemenuhan, salah satunya dengan importasi, baik berupa sapi bakalan atau dalam kondisi hidup, atau dalam bentuk daging sapi atau kerbau," kata Pujo.

Untuk tetap menghidupkan para peternak lokal, impor sapi hidup atau sapi bakalan pun terus dilakukan, dan nantinya dilakukan penggemukkan di Indonesia,

"Kita juga mengimpor populasi sapi-sapi bakalan yang bisa hidup di Indonesia untuk penggemukkan, sehingga pasokan tersedia, dan kita meningkatkan nilai tambah. Sebenarnya di Australia sendiri mengelola ternak-ternak sapi berdasarkan musim. Ini tentunya menjadi potensi bagi sebagian wilayah Indonesia untuk menampung sapi-sapi dari Australia, sehingga ketika musim kemarau yang panjang tidak hilang sapi-sapi tersebut," urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Industri Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Yudi Guntara Noor juga mengatakan hal serupa. Ia mengatakan, salah satu cara untuk menjaga pasokan daging sapi dalam negeri dan tetap menghidupkan peternak adalah impor sapi bakalan.

"Indonesia biar saja di penggemukkan, karena kita itu kuat di pakan. Nah ini yang harusnya menjadi sebuah supply chain dan value chain yang kita harus melihat ke depan," tutur Yuda.

Selanjutnya
Halaman
1 2