Kisah Pilu Pengusaha Palu, Bisnis Ambyar Dihantam Tsunami hingga Pandemi 

Gebriella Massora - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 13:07 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Gebriella Massora

Pendapatannya pun turun drastis kala itu. Setelah para relawan balik ke daerah asalnya, ia memutuskan untuk vakum. Tidak benar-benar vakum, dengan sisa peralatan yang ada, ia memutuskan untuk melanjutkan bisnis di Makassar. Sebab, bisnisnya sangat tergantung pada wisatawan dan tidak mendukung untuk Palu saat itu.

"Kemudian Januari 2019 saya balik ke Palu dan istri yang melanjutkan di Makassar, saya balik untuk memperbaiki tempat produksi kami, karena tempat produksi kami kerusakannya lumayan berat," ujarnya.

Agustus 2019, atau hampir setahun pasca gempa bisnisnya berangsur pulih, pendapatannya pelan-pelan bangkit. Namun, bisnis kembali terpukul karena adanya pandemi COVID-19.

Pandemi membuat mobilitas terbatas masyarakat terbatas dan berdampak pada perekonomian. Bisnisnya pun kembali terpukul karena bencana ini.

Ansuruddin pun tak menyerah. Saat ini ia masih bertahan dengan mengandalkan penjualan melalui media online.

"Nah dari pandemi sampai sekarang saya tetap bertahan dengan penggunaan media online sebagai tempat pemasaran salah satunya melalui website saya di www.banuacoklat.com yang bahkan sampai saat ini beroperasi untuk menerima pesanan dari luar kota walaupun tak senormal awal tapi saya masih bersyukur bisnis yang saya jalankan masih bisa bertahan," ujarnya.

"Saya harus mencoba melawan kondisi saat ini dengan penggunaan media sebagai bentuk usaha saya yang masih bisa bertahan sampai saat ini," tutupnya.


(acd/ara)