Permintaan Tinggi, Produksi GeNose Digenjot ke 15 Ribu/Bulan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 16:03 WIB
Tes corona dengan GeNose C19
Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Untuk meningkatkan testing yang lebih murah dan efisien di tempat-tempat tertentu, pemerintah menargetkan bisa menambah produksi GeNose setiap bulannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan GeNose ditargetkan bisa diproduksi menjadi 10 ribu sampai 15 ribu buah pada bulan Juni atau Juli.

"Diharapkan produksi GeNose dari 3 ribu per bulan bisa menjadi 10-15 ribu per bulan pada Juni Juli mendatang. Sebagai promotor, UGM diharapkan bisa mereplikasi manufaktur yang ada, karena demand sekarang banyak dan produksi harus ditingkatkan," kata dia dalam konferensi pers, Senin (22/3/2021).

Airlangga mengatakan GeNose ini memang alat deteksi COVID-19 dengan cepat hasil karya anak bangsa. Cocok untuk mendukung PPKM Mikro dan untuk persiapan aktivitas di sekolah dan perguruan tinggi.

Atau tempat-tempat yang membutuhkan screening harian namun membutuhkan waktu yang cepat dan efisien. "Dengan GeNose ini lebih praktis karena hanya tinggal meniup alat dan dicek GeNose tentu digunakan di berbagai tempat atau stasiun yang dibutuhkan untuk mobilitas tinggi, kemarin PT KAI menerapkan harga Rp 30 ribu termurah dibanding yang lain," tambah dia.

Pada pekan lalu PT KAI mengumumkan tarif pemeriksaan COVID-19 melalui GeNose C19 mengalami kenaikan menjadi Rp 30 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu per orang.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan KAI akan semakin meningkatkan pelayanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun dengan secara bertahap menambah lokasi pemeriksaan GeNose C19.

Untuk meningkatkan pelayanan, pemeriksaan GeNose C19di stasiun nantinya akan terintegrasi dengan ticketing system KAI sehingga hasil pemeriksaan GeNose C19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar boarding petugas. Saat ini fitur tersebut sedang dalam tahap finalisasi.

(kil/eds)