Wanti-wanti Jokowi buat Proyek SPAM 'Raksasa' Rp 2 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 08:15 WIB
Pembangunan SPAM Umbulan untuk menambah pasokan air bersih perpipaan dilakukan pada 5 kota/kabupaten sudah mencapai 98,22%.
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akhirnya selesai. Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun langsung untuk meresmikan proyek senilai Rp 2 triliun itu.

Jokowi mengatakan, proyek ini sudah cukup lama dikerjakan. Setelah lama menunggu akhirnya proyek air minum ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jokowi menjelaskan SPAM Umbulan mengaliri air bersih yang sudah bisa langsung dimanfaatkan. SPAM ini memiliki kapasitas penyaluran air hingga 4.000 liter per detik.

"Ini gede banget. Tadi saya tanyakan di lapangan yang baru berjalan itu 900 liter per detik. Artinya masih ada 80% yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini pekerjaan besarnya ada di situ," ucapnya.

Nah dengan fungsi yang masih jauh dari optimal, Jokowi pun mewanti-wanti agar seluruh pihak seperti pemerintah kabupaten dan kota hingga pelaksana proyek duduk bersama untuk membagi tanggung jawab.

Simak video 'Resmikan SPAM Umbulan di Pasuruan, Jokowi: Air Langsung Bisa Dimanfaatkan':

[Gambas:Video 20detik]



"Siapa mengerjakan apa, siapa tanggung jawab di mana. Sehingga proyek gede yang memakan biaya Rp 2 triliun lebih Rp 56 miliar ini betul-betul bisa maksimal digunakan, dirasakan oleh masyarakat. Ini yang penting di situ," tegasnya.

Jokowi mewanti-wanti, jangan sampai proyek SPAM dengan nilai yang begitu besar tapi tidak bisa bermanfaat secara maksimal untuk masyarakat.

"Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga ini terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas. Apakah PDAM Kota dan Kabupaten, atau kah PDAM di tingkat provinsi atau Menteri PUPR," tegasnya.

Jokowi pun meminta seluruh pihak yang terkait untuk menggelar rapat dan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada pada minggu ini.

"Karena ini kalau tidak diselesaikan di lapangan, praktek yang saya alami yang saya lihat, ada waduk gede banget, irigasi primer sudah disiapkan, tapi untuk yang sekunder dan tersier tidak ada. Trus airnya sampai ke sawah lewat mana?" tuturnya.

Ada lagi yang menarik dari SPAM Umbulan, ternyata proyek itu diinisiasi sejak zaman kolonial. Baca di halaman berikutnya.