Kisah Jokowi Telepon Pangeran Arab di Balik Suntikan Rp 140 T ke LPI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 16:17 WIB
Ilustrasi profil
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Uni Emirat Arab (UEA) menyuntik dana sebesar US$ 10 miliar atau sekitar Rp 140 triliun ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia. Investasi ini dinilai sebagai buah manis antara komunikasi antar pimpinan ke dua negara.

Dalam keterangan pers dari KBRI Abu Dhabi, yang dikutip Selasa (23/3/2021), Presiden Joko Widodo disebut baru saja berkomunikasi insentif lewat telepon dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Jokowi berdiskusi lewat sambungan telepon pada tanggal 19 Maret yang lalu dengan MBZ.

"Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Pada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pembicaraan dengan MBZ," bunyi keterangan KBRI Abu Dhabi.

Keduanya disebut terlibat dalam pembicaraan akrab dan hangat dengan diskusi mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara.

"Salah satu materi yang menjadi fokus pembicaraan adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang telah terbentuk dan beroperasi di Indonesia," bunyi lanjutan keterangan KBRI Abu Dhabi.

Dilansir dari kantor pemberitaan UEA, WAM, investasi Rp 140 triliun yang digelontorkan akan difokuskan pada sektor-sektor strategis di Indonesia, termasuk infrastruktur, jalan, pelabuhan, pariwisata, dan pertanian. UEA juga akan melirik sektor-sektor lain yang menjanjikan yang berpotensi untuk tumbuh dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan serta kemajuan ekonomi dan sosial.

Hubungan antara kedua negara telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dengan peningkatan kunjungan timbal balik di tingkat kepemimpinan puncak dan pejabat senior. Terutama kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo pada September 2015 ke UEA, dan kunjungan Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia pada Juli 2019.

Kedua negara menandatangani beberapa kesepakatan dan kesepakatan kerja sama. Terakhir, Indonesia dan UEA baru saja melakukan pekan pertemuan bisnis sebulan lalu. Beberapa perjanjian kerja sama telah ditandatangani terkait dengan pelabuhan, logistik, industri strategis dan pertahanan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian bakau.

Dalam hubungan perdagangan dan ekonomi, terjadi pertumbuhan yang luar biasa, dengan volume pertukaran perdagangan mencapai sekitar US $ 3,7 miliar.

Lihat juga Video: Masjid Pemberian Pangeran UEA untuk Jokowi Mulai Dibangun di Solo

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)