Aspedata MoU dengan Bulog dan Berdikari Jaga Pasokan Daging Lebaran

Nurcholis Maarif - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 16:21 WIB
Kenaikan harga daging sapi berdampak pada pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung. Meski harga daging naik, mereka tak bisa menaikan harga di pasaran.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Asosiasi Pedagang Daging Skala UKM dan Rumah Tangga (Aspedata) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) sebagai BUMN yang mendapatkan tugas khusus dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor daging kerbau dan daging sapi. Ini dilakukan untuk kebutuhan jelang Hari Raya Idulfitri.

MoU tersebut turut disaksikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), perwakilan dari Perum Bulog, PT Berdikari (Persero), Satgas Pangan Mabes Polri, dan sejumlah anggota Aspedata.

Ketua Aspedata Diana Dewi mengatakan kehadiran stakeholder terkait dalam acara MoU dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) menandakan telah terjadi kolaborasi yang sangat baik antara Aspedata dengan stakeholder.

"Saya apresiasi sekali dengan stakeholder yang begitu peduli, bahkan Satgas Pangan Mabes Polri ikut hadir dalam acara MOU ini," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

"Semoga ini pertanda bahwa Aspedata tidak sendiri dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. Tetapi kita semua bersama hadir di sini bahu membahu sesuai dengan tema acara," imbuhnya.

Diana menjelaskan saat ini negeri ini masih dilanda pandemi. Namun demikian kita semua harus tetap produktif untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya akan daging agar imun mereka tetap terjaga.

Dalam waktu dekat, lanjut Diana, kita akan menghadapi Lebaran, dan kita semua yang hadir di acara ini akan berusaha seoptimal mungkin untuk menghadirkan pasokan daging yang mencukupi dengan harga sesuai HET Permendag No.7/2020 di momen yang sangat spesial tersebut.

"Melalui MOU dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero), Insyaallah harga akan selalu stabil dan barang tercukupi. Kami dari Aspedata akan menjaga pasokan khusus di wilayah Jabodetabek, Banten dan Bandung Raya," jelasnya.

Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak tahun 2012, Diana mengatakan Aspedata telah menjalin banyak kemitraan dengan pelaku usaha UMKM berbasis rumahan.

"Kami sudah banyak menjalin kemitraan dengan pelaku usaha kelas rumahan. Mereka banyak yang menjadi reseller dari anggota Aspedata yang jaringannya tersebar di seluruh Indonesia," tutur Diana.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog Feby Novita menyambut baik penandatangan kerja sama dengan Aspedata. Pasalnya penandatanganan kerja sama ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan ketersediaan dan harga daging yang stabil untuk kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Dengan kondisi pandemi saat ini, daya beli masyarakat nggak sebaik tahun lalu. Jadi kita harus bantu mereka dengan menghadirkan harga yang terjangkau dan mudah-mudahan teman-teman di Aspedata bisa mendistribusikan daging ke seluruh Indonesia," ungkapnya.

Feby berharap amanah impor yang diemban Perum Bulog bisa disinergikan dengan anggota Aspedata dengan tujuan menghadirkan ketersediaan dan harga terjangkau

"Saya berharap kita semua yang hadir disini bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan tujuan tersebut," cetusnya.

Adapun Direktur Operasional PT Berdikari Muhammad Hasyim mengapresiasi acara yang digagas oleh Aspedata. Menurutnya pertemuan seperti ini sangat positif untuk mempertemukan antara buyer dengan supplier yang ada.

"Kami mendapatkan penugasan impor daging sapi Brazil sebanyak 20 ribu ton yang diperkirakan akan hadir di minggu pertama Bulan Mei. Karena itu setelah MOU ini, kami berharap bisa segera ditindaklanjuti dengan pembelian dari anggota Aspedata," jelasnya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syamsul Ma'arif mengatakan penugasan impor kepada Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) adalah dalam rangka memastikan ketersediaan stok dan menstabilkan harga daging yang dibutuhkan oleh masyakarat terutama menghadapi momen Hari Raya Idul Fitri.

"Yang harus kita amankan adalah ketersediaan untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, karena kalau kurang satu saja, akan ribut sekali," paparnya.

Sebagai informasi, MoU tersebut dilakukan di tengah-tengah acara silaturahmi dan diskusi yang mengangkat tema 'Kesiapan Anggota Aspedata Indonesia dalam Optimalisasi Kebutuhan Daging Menuju Era New Normal' yang digelar Aspedata kemarin.

(ncm/ega)