Banpres UMKM Dinilai Bisa Pertahankan Bisnis dan Daya Beli Masyarakat

Nurcholis Maarif - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 22:58 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Stimulus berupa berbagai paket kebijakan seperti Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro dinilai memudahkan, merangsang, dan membuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi. Stimulus ini juga berguna untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya menyampaikan dari beberapa survei, terlihat adanya pemulihan ekonomi terutama setelah digelontorkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro 2020 lalu.

"Bantuan tersebut membuat usaha mikro mendapat tambahan modal untuk berusaha. Perbaikan juga terjadi di sisi daya beli masyarakat melalui beberapa paket kebijakan pemerintah," paparnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Hal itu diungkapkannya dalam Dialog Produktif bertema "Menuju Sembuh, Ekonomi Tumbuh" yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP. Dari sisi pemerintah, Eddy menyampaikan komitmen mendukung UMKM berjuang di masa pandemi.

"Telah menjadi kebijakan pemerintah, terutama Kemenkop UMKM untuk mendukung secara menyeluruh, agar pemberdayaan, kemudahan, dan perlindungan usaha bagi UMKM terlaksana secara baik dalam koridor perundang-undangan dan paket kebijakan strategis," ujarnya.

Selain itu Eddy Satriya menyampaikan Kemenkop UMKM akan memberikan peluang untuk Bantuan Langsung Tunai UMKM akan menerima pendaftar lama dan pendaftar baru. Sebab diharapkan mereka bisa meneruskan usaha mereka.

"Kita usahakan tetap memaksimalkan bantuan-bantuan yang ditujukan UMKM agar cepat pencairannya. Kita perlu mentransformasi usaha-usaha informal masyarakat menjadi usaha formal. Karena inilah yang akan membuka lapangan usaha baru dan menciptakan permintaan," tutupnya

Dalam acara itu, pengamat ekonomi, Piter Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang. "Tetapi kita menilai sejauh apa program-program pemerintah mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dan ketahanan dunia usaha," terangnya.

Piter juga menyarankan agar semua elemen masyarakat perlu saling bergotong-royong untuk mencapai kondisi yang ideal bagi pertumbuhan ekonomi. Sebab menurutnya bahu-membahu dapat mengatasi dampak pandemi ini.

"Kita sepakat memang pemerintah merespon pandemi ini dengan kebijakan yang baik. Kalau kita lihat, semua bahu-membahu menghadapi dampak pandemi ini," ujarnya.

Sementara itu, financial planner Aidil Akbar yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan strategi pemerintah sudah baik dalam mengatasi pandemi. Ini suatu terobosan khususnya bagi Kementerian Koperasi dan UMKM yang memang diperlukan untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

"Selain itu, pandemi juga memang meningkatkan persentase pelaku usaha mikro baru, yang karena kondisi membuat seseorang menjadi berusaha di masa pandemi," ujarnya.

Aidil berpandangan upaya menggenjot konsumsi masyarakat kelas menengah Indonesia perlu didukung oleh pemenuhan faktor keamanan.

"Kondisi saat ini masih banyak kelompok masyarakat kelas menengah ke atas yang menahan konsumsi karena dua hal, belum merasa aman secara kesehatan maupun secara finansial," terang Aidil Akbar.

(ncm/hns)