Kapal Raksasa Nyangkut di Terusan Suez, Ini 5 Dampaknya ke Ekonomi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 18:30 WIB
Terusan Suez: Harga minyak naik setelah kapal kontainer sepanjang empat lapangan sepak bola kandas, kerugian Rp43 triliun per hari
Foto: BBC World
Jakarta -

Terusan Suez di Mesir mengalami kemacetan. Hal ini terjadi setelah sebuah kapal pengangkut Kontainer besar mendadak terjebak di tengah kanal Terusan Suez.

Dilansir dari CNN, Jumat (26/3/2021), kapal itu adalah kapal Evergreen yang dimiliki Ever Given. Ever Given memiliki panjang 400 meter dan lebar 59 meter.

Panjangnya hampir mirip seperti tinggi Empire State Building di Amerika Serikat yang mencapai 443 meter. Kapal Ever Given mengangkut 20 ribu kontainer dengan berat 224 ribu ton.

Kapal raksasa yang menghambat lalu lintas di Terusan Suez ini bikin pusing seluruh dunia. Apa saja dampaknya?

1. Perdagangan Global Terganggu

Kemacetan yang terjadi di Terusan Suez diyakini akan berdampak pada sekitar 10% perdagangan global. Pasalnya, hampir semua kapal pengangkut kontainer melewati Terusan Suez.

Lloyd's List, dalam sebuah jurnal industri perkapalan hang diterbitkannya mengatakan bahwa hampir 19.000 kapal transit di Terusan Suez tahun lalu.

Buruknya lagi, insiden ini terjadi pada saat yang sangat sulit bagi rantai pasokan global. Pandemi telah mengganggu pengiriman global, membuat kontainer kosong terdampar di tempat yang salah.

2. Lewat Jalur Mahal

Saat ini kapal kontainer lainnya harus melewati jalur yang mahal dan panjang jika kanal tidak segera dibuka. Mereka harus mengalihkan kapal melalui Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika yang akan menambah kira-kira dua minggu perjalanan mereka.

Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, mengatakan bahwa tujuh kapalnya telah terdampak perisitiwa di Terusan Suez. Empat kapal mereka sudah berada di sistem kanal dan tiga lainnya masih menunggu untuk masuk.

"Insiden itu terus menimbulkan kemunduran panjang di jalur air, menghentikan kapal agar tidak lewat dan menyebabkan penundaan," kata perwakilan Maersk dalam sebuah pernyataan.