4 Fakta Mudik Lebaran Dilarang dan Skenario Transportasi

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 21:30 WIB
Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Larangan mudik yang akan dimulai dari 6-17 Mei itu dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di RI.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2021. Larangan mudik Lebaran ini berlaku bagi seluruh masyarakat mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga karyawan swasta.

"Tahun 2021 mudik ditiadakan berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, Karyawan Swasta maupun pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Adapun tujuan dari diterapkannya larangan mudik tersebut adalah untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 dan demi mensukseskan program vaksinasi yang sedang berjalan.

Berikut 3 fakta seputar larangan mudik lebaran 2021 dan dampaknya ke transportasi:

1. Larangan dari 6-17 Mei 2021

Larangan mudik Lebaran diberlakukan sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri berlangsung tepatnya mulai 6-17 Mei 2021.

"Larangan mudik akan dimulai pada tanggal 6 Mei -17 Mei 2021," tegasnya.

Sebelum dan sesudah hari dan tanggal itu, karyawan swasta dan semua masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pergerakan keluar daerah, kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak.

"Diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang keluar daerah kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu," ucapnya.

Aturan-aturan lebih rinci terkait larangan mudik tersebut sedang digodok oleh Kementerian/Lembaga terkait.

"Mekanisme pergerakan orang dan barang di masa libur idul fitri akan diatur oleh K/L terkait," imbuhnya.

2. Angkutan Barang Tetap Beroperasi

Menurut Muhadjir yang jelas untuk angkutan barang jelas tidak dilarang bahkan bakal diberi pelonggaran selama masa mudik Lebaran.

"Untuk angkutan barang justru akan diperlonggar tidak ada pembatasan karena dengan dilarangnya mudik maka kemungkinan kepadatan arus kendaraan yang mengangkut orang itu akan tidak sepadat seandainya mudik itu dibolehkan," katanya.

Tonton video 'Pemerintah Tak Bisa Larang Mudik Jika Tak Terapkan UU Karantina':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.