Pilih PNM Kelola Investasi Dana Haji, Ini Alasan BPKH

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 18:45 WIB
Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pelaksana BPKH
Foto: Luthfy Syahban: Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pelaksana BPKH
Yogyakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadikan Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM pengelola investasi dana haji untuk menyejahterakan pelaku usaha mikro. Lantas apa alasan BPKH menunjuk PNM?

Kepala Pelaksana Badan BPKH Anggito Abimanyu mengatakan PNM adalah BUMN yang terbilang sehat di tengah hantaman pandemi COVID-19. Terlebih, PNM sendiri bergerak di sektor permodalan yang saat ini sangat dibutuhkan pelaku usaha untuk bangkit dari keterpurukan.

"PNM ini adalah BUMN yang sangat sehat, asetnya Rp 37 Triliun tahun lalu tumbuhnya sekitar 20% fee ya. Jadi di tengah pandemi ini PNM tumbuh sangat sehat," katanya seusai acara Peluncuran Investasi BPKH pada surat berharga Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII di Pasar Gamping,Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (26/3/2021).

Menyoal jaminan keamanan dana haji yang diinvestasikan ke PNM, Anggito menjaminnya. Pasalnya BPKH telah melakukan serangkaian riset untuk menentukan perusahaan yang akan ikut mengelola dana haji.

"Jadi kalau ditanya bagaimana cara kita agar memastikan uang hajinya aman, tentu kami memilih bermitra dengan perusahaan sehat dan PNM ini sangat sehat di tengah pandemi. Pertumbuhannya tahun lalu 27%, itu yang tertinggi untuk industri yang sejenis," ucapnya.

"Jadi itu pertama kami memastikan mitranya yang diamanahi uang aman, itu yang penting dan kedua pengembalian yang baik, sangat sehat dan lancar, dan tentu jaminannya bahwa beliau harus menyampaikan dan dijaga amanahnya supaya uangnya lancar," imbuhnya.

Terlebih, PNM memiliki sistem khusus agar penerima manfaat tidak kabur dari tanggungjawabnya. Sistem itu salah satunya menjaga hubungan baik dengan penerima manfaat.

"Syukur-syukur kredit macetnya nol, tentu beliau (Dirut PNM) punya sistem yang baik supaya pengusaha ini diajak ngobrol, diajak ngopi dan diedukasi, dikasih doa, kan kehebatan PNM di situ karena pengawasan PNM seminggu sekali supaya uangnya kembali dan usahanya meningkat," ucapnya.

"Dan kami juga mengawasi agar uang kembali dan memberi manfaat sektor riilnya tinggi bagi pedagang," imbuh Anggito.

Sementara itu, Presiden Direktur PNM Persero Arief Mulyadi mengamini jika PNM merupakan BUMN yang sangat sehat di tengah pandemi. Mengingat di masa pendemi PNM malah merekrut sekitar 12 ribu karyawan.

"Jadi tidak ada tiket gratis buat kami untuk dipercaya BPKH. Alhamdulillah di 2020 kami merekrut 12 ribu karyawan di saat banyak orang yang dirumahkan. Bukam riya' tapi alhamdulilah," ucapnya.

Bahkan, dengan penambahan karyawan itu mampu mendongkrak jumlah nasabah aktif. Di mana hal itu menjadi tolok ukur BPKH memilih PNM sebagai media investasi dana haji.

"Dengan penambahan karyawan itu alhamdulilah kami bisa menambah jumlah nasabah aktif yang di Desember 2019 baru 6.043.000 menjadi 7,8 juta jadi ada jadi ada 1,8 juta tambahan penerima manfaat," katanya.

Selain itu, kata Arief, PNM mampu memperluas jejaring di tengah pandemi. Hal itu termasuk hal yang positif di tengah pandemi.

"Alhamdulillah kami bisa memperluas jejaring, menambah paling sedikit ada 650 kantor di tengahpandemi," ujarnya.

Tak hanya itu, PNM juga mampu menyalurkan pembiayaan dengan tidak mengharuskan jaminan. Semua itu karena PNM sangat menjaga hubungan emosional antara pihaknya dengan nasabah.

"Kami juga bisa menyalurkan pembiayaan di tengah pandemi hampir Rp 27 Triliun. Inilah mungkin pertimbangan dari BPKH, saru lagi, bahwa lancar, non performing loan gross kami memang tidak ada jaminan, kami tidak meminta jaminan," ucapnya

"Non performing loan gross karena kami juga jaminkan dan cadangkan ke lembaga penjaminan itu hanya 0,11%. Jadi hampir mendekati yang pak Anggito sampaikan. Ini tidak bisa kami munafikkan hasil dari emosional relations yang kami bangun," imbuh Arief.

(ega/hns)