Menakar Dampak ke RI Akibat Macet di Terusan Suez

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 07:39 WIB
This satellite image from Maxar Technologies shows the cargo ship MV Ever Given stuck in the Suez Canal near Suez, Egypt, Friday, March 26, 2021. A maritime traffic jam grew to more than 200 vessels Friday outside the Suez Canal and some vessels began changing course as dredgers worked frantically to free a giant container ship that is stuck sideways in the waterway and disrupting global shipping. (©Maxar Technologies via AP)
Foto: ©Maxar Technologies via AP
Jakarta -

Sebuah kapal tersangkut di kanal terusan Suez, Mesir. Kapal raksasa seukuran 4 kali lapangan bola yang akhirnya bikin macet ini membuat geger dunia. Bagaimana tidak, terusan Suez adalah lintasan distribusi logistik yang cukup sibuk.

Lalu seberapa besar dampak dari macetnya terusan Suez ke Indonesia?

Pengusaha pelayaran mengatakan macetnya kanal Terusan Suez di Mesir usai adanya kapal raksasa yang tersangkut dapat mengganggu arus ekspor impor dari dan menuju Indonesia. Khususnya, arus ekspor impor dengan kawasan Eropa.

Ketua umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan meski impor dari Eropa hanya 8,5% saja jumlahnya namun ada beberapa komoditas penting yang kemungkinan akan mengalami keterlambatan.

Carmelita menjelaskan komoditas itu mulai dari mesin mekanik, kimia organik, kelistrikan, plastik, besi baja, hingga komponen kendaraan.

"Walaupun impor Indonesia dari Eropa hanya sekitar 8,5%, tapi cukup mengganggu juga akibat keterlambatan barang impor ini. Seperti barang-barang mesin mekanik, kimia organik, kelistrikan, plastik, besi baja, komponen kendaraan, dan lain-lain," ujar Carmelita kepada detikcom, Minggu (28/3/2021).

Carmelita sendiri menyebutkan sejauh ini tidak ada laporan kapal layar berbendera Indonesia yang ikut kena macet di Terusan Suez. Dia menjelaskan tak ada kapal nasional yang memiliki rite ke Eropa.

"Kalau pelayaran nasional, tidak ada laporan ikut bermacet-macet di sana. Karena kapal nasional kita tidak ada yang line ke Eropa," ungkap Carmelita.

Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita pengaruh dari kejadian tersangkutnya kapal di Terusan Suez tidak terlalu signifikan.

Pasalnya, menurut Zaldy selama ini tidak banyak kapal kontainer yang mengangkut barang dari Indonesia yang berlayar melalui Terusan Suez. Dia menjelaskan biasanya kapal yang menuju Eropa melewati Terusan Suez.

"Kalau container ekspor atau impor Indonesia dari Eropa atau tujuan Eropa sudah pasti ada (yang mengalami kemacetan), tapi secara presentasi sangat kecil dibandingkan total ekspor-impor container Indonesia untuk kawasan lain," kata Zaldy kepada detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2