Bos Indika Sebut Penanggulangan Corona Bisa Bikin Ekonomi Ngebut Lagi

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 10:42 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kamr Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2021-2026.
Wakil Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid (Foto: Dok. KADIN)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyebut pemulihan kesehatan menjadi kunci mutlak untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

"Syarat pemulihan ekonomi hanya satu, kita harus selesaikan masalah kesehatan. Selama masih ada pandemi COVID-19 di Indonesia, aktivitas sosial ekonomi masyarakat sangat terbatas," kata Arsjad di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Sebagai bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Kadin Indonesia, periode 2021-2026 Arsjad mengatakan Kadin secara konsisten akan terus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah kesehatan, khususnya dalam menciptakan kekebalan kolektif atau herd immunity.

"Herd immunity sangat penting dan mendasar. Kadin telah menginisiasi program vaksinasi Gotong Royong. Ini adalah wujud kebersamaan Kadin dan pemerintah, menyelesaikan persoalan kesehatan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional," kata Arsjad yang juga Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk tersebut.

Prediksi pemerintah sendiri pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal I-2021 berada di kisaran minus 1% hingga minus 0,1%.

Menurut Arsjad, pada masa pandemi ini, Kadin juga dituntut untuk makin memperkuat peran swasta dalam memulihkan kesehatan dan membangkitkan perekonomian di tingkat daerah maupun nasional. Dia menyebut, vaksinasi COVID-19 harus terus didorong agar pelaksanaannya makin cepat sehingga herd immunity segera tercapai.

"Masa pandemi harus kita jadikan momentum untuk mengakselerasikan program kesehatan, membantu pemerintah mempercepat distribusi dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kesehatan harus dipulihkan sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan baik," jelas Arsjad.

Berdasarkan data Our World in Data, pada awal Maret 2021, Indonesia menempati urutan 10 besar dunia dalam pelaksanaan vaksinasi, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Inggris, Brasil, Turki, Jerman, Rusia, dan Israel.

Selain itu, lanjutnya, Kadin juga akan mendorong kebijakan pemerintah untuk mengimplementasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru, mengakselerasi ekosistem berbasiskan data dan teknologi digital, serta mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah pun telah menetapkan lima destinasi wisata super prioritas yang terdiri atas Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Danau Toba (Sumatera Utara), Likupang (Sulawesi Utara), dan Borobudur (Jawa Tengah).

Arsjad memaparkan, saat ini ada 15 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia, 11 di antaranya telah beroperasi dan 4 sedang dalam tahapan pembangunan.

Adapun 11 KEK yang telah beroperasi adalah KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, KEK Arun Lhokseumawe, KEK Tanjung Kelayang, KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), dan KEK Sorong. Sedangkan 4 KEK dalam tahap pembangunan adalah KEK Tanjung Api-Api, KEK Singhasari, KEK Kendal, dan KEK Likupang.

Arsjad juga mengatakan Kadin sebagai satu-satunya organisasi pengusaha nasional yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, adalah mitra pemerintah di bidang ekonomi, sehingga berkewajiban untuk mendorong sektor-sektor potensial di daerah, mengakselerasi penggunaan teknologi digital, serta mendorong investasi di industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kita harus maju bersama dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu dan melakukan pelatihan. Kita maju bersama dengan mendorong usaha berorientasi ekspor," katanya.

Sebagai informasi, Arsjad yang kini menjabat Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk dan Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), telah mendeklarasikan pencalonannya sebagai ketua umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026, pada 26 Maret 2021.



Simak Video "Kadin Ungkap Ada Kendala Stok Vaksin untuk Program Gotong Royong"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)