Xiaomi Mau Masuk Ranah Mobil Listrik, Siap Investasi Rp 144 T

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 08:15 WIB
BARCELONA, SPAIN - FEBRUARY 26:  A logo sits illumintated outside the Xiaomi booth on day 2 of the GSMA Mobile World Congress 2019 on February 26, 2019 in Barcelona, Spain. The annual Mobile World Congress hosts some of the worlds largest communications companies, with many unveiling their latest phones and wearables gadgets like foldable screens and the introduction of the 5G wireless networks. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Foto: David Ramos/Getty Images
Jakarta -

Xiaomi Corp perusahaan pembuat ponsel pintar asal Cina secara resmi memasuki industri otomotif berbasis listrik. Perusahaan akan memproduksi kendaraan listrik pintar atau smart electric vehicle (EV).

Melansir Bangkok Post, pada tahap awal Xiaomi akan akan menginvestasikan 10 miliar yuan (US$ 1,52 miliar) atau setara Rp 21,88 triliun yang ditempatkan di anak usahannya. Total target investasi hingga 10 tahun ke depan diperkirakan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 144 triliun.

CEO Xiaomi Lei Jun juga akan menjabat sebagai CEO dari unit usaha kendaraan listrik pintar. Langkah perusahaan ke industri EV mengikuti langkah serupa yang dilakukan oleh raksasa teknologi lainnya, baik di China maupun di luar negeri.

Pada bulan Januari, raksasa mesin pencarian China Baidu Inc mengumumkan akan mengembangkan unit EV melalui kemitraan dengan pembuat mobil domestik Geely Automobile Holdings Ltd.

Pada bulan Februari, Reuters juga melaporkan bahwa raksasa smartphone China Huawei Technologies Co Ltd saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pembuat mobil milik negara, Changan Automobile dan perusahaan lain untuk memproduksi EV. Apple Inc juga telah lama merencanakan masuk ke pasar EV.

Minggu lalu Reuters melaporkan secara eksklusif bahwa Xiaomi sedang dalam pembicaraan untuk bermitra dengan pembuat mobil China Great Wall Motor Co dalam pembuatan EV.

Xiaomi menolak mengomentari laporan tersebut, sementara Great Wall mengatakan dalam pengajuan pertukaran bahwa mereka belum membahas kemitraan seperti itu dengan Xiaomi.

(das/fdl)