China: H&M Tak Bisa Dapat Uang Sepeser Pun kalau Tolak Beli Kapas Xinjiang

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 15:50 WIB
BERLIN, GERMANY - DECEMBER 17: Shoppers walking in front of a H&M store at the Kurfuerstendamm in the final days before Christmas on December 17, 2019 in Berlin, Germany. Retailers are hoping for a strong holiday shopping season. (Photo by Carsten Koall/Getty Images)
Foto: Getty Images/Carsten Koall
Jakarta -

Pemerintah China mengancam merek pakaian H&M tidak bisa mendapat uang sepeser pun di negara itu. Ancaman itu sebagai peringatan jika perusahaan menolak membeli kapas dari wilayah Xinjiang.

"Saya tidak berpikir sebuah perusahaan harus mempolitisasi perilaku ekonominya. Bisakah H&M terus menghasilkan uang di pasar Cina? Tidak lagi," kata juru bicara pemerintah Xinjiang, Xu Guixiang, dikutip dari BBC, Rabu (31/3/2021).

Xu mengatakan keputusan beberapa merek AS yang berhenti membeli kapas Xinjiang tidak masuk akal. Namun, hingga kini pihak H&M belum memberikan tanggapan.

Pernyataan itu sebagai buntut atas H&M dan merek AS lainnya yang menyampaikan adanya dugaan kerja paksa dalam produksi kapas di Xinjiang. Mereka menduga China memaksa anggota minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim untuk memetik kapas di Xinjiang.

China telah berulang kali membantah tuduhan tersebut dan membalas dengan sanksi pembalasan terhadap pejabat Eropa. Dalam beberapa hari terakhir ini merek-merek AS itu menghadapi boikot.

Boikot China awalnya menyasar Nike dan H&M. Dengan produk-produk merek besar itu ditarik dari platform e-commerce China dan beberapa tokonya ditutup di seluruh negeri. Tetapi boikot juga meluas hingga mencakup Burberry, Adidas, dan Converse.

Lihat juga Video: Angkat Isu Uighur, China Ancam Boikot H&M Hingga Nike

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)