Mau Gandakan Uang? Investasi Bos, Jangan Percaya Ustaz Gondrong

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 18:25 WIB
Herman alias Hermawan alias Ustaz Gondrong tersangka penipuan penggandaan uang. Foto diambil dari kamera reporter dan juga 20detik
Foto: Herman alias Hermawan alias 'Ustaz Gondrong' tersangka penipuan penggandaan uang
Jakarta -

Mendapatkan uang dengan cara mudah dan cepat memang menjadi impian semua orang. Namun, iming-iming seperti itu kerap dijadikan modal untuk menipu. Hal itu baru saja dilakukan oleh ustaz gondrong, seorang pria berinisial H di Bekasi, Jawa Barat.

Perencana keuangan dari Advisor Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan seharusnya masyarakat yang ingin mendapatkan cuan besar bisa menginvestasikan dananya daripada menggandakan uang secara mistis lewat orang yang mengaku sakti.

"Fenomena ini menandakan masyarakat kita gampang teriming-imingi dengan cara cepat, cara mudah dapat uang tanpa kerja keras, kita inginnya instan saja," kata Andy saat dihubungi detikcom, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Menurut Andy, bagi masyarakat yang ingin menggandakan uang sebaiknya berinvestasi. Ada banyak jenis investasi yang bisa dibeli dan disesuaikan dengan profil risiko masing-masing masyarakat.

Untuk profil konservatif atau masyarakat yang takut mengambil risiko bisa menginvestasikan dananya ke produk obligasi ritel, logam mulia, deposito, dan reksadana pendapatan tetap.

Untuk profil agresif atau masyarakat yang berani mengambil risiko bisa menempatkan dananya pada produk investasi di pasar saham, reksadana berbasis pasar saham atau campuran.

"Sementara yang profil di tengah-tengah atau moderat, mereka bisa pilih reksadana yang campuran." ujarnya.

Meski terdapat banyak produk investasi berdasarkan profil risikonya, Andy memastikan bahwa instrumen ini memiliki potensi untung dan rugi yang perlu dipahami oleh masyarakat.

"Namanya investasi itu bukan kaya kotak ajaib seperti ustaz gondrong yang simsalabim uangnya langsung bisa terganda. Pastinya ada proses yang berjalan, ada potensi untung iya, ada potensi rugi juga iya, jadi kita mesti pahami itu, jangan terjebak dan berpikir kalau namanya sell investasi pasti untung, pasti menghasilkan cuan, benar menghasilkan untung tapi itu baru potensi," katanya.

"Ada potensi rugi juga ada, jadi bedanya seperti itu, atau bisa pilihannya diinvestasikan kemana lagi, misalnya ada yang cenderung ke properti bisa pilih itunya, atau barang koleksi atau dengan berbisnis, biasanya orang yang cenderung agresif mereka naluri bisnisnya lebih kuat," tambahnya.

Pada pekan lalu, sebuah video yang tersebar di Facebook viral. Video itu diunggah pada Sabtu (20/3). Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berambut gondrong yang mengenakan peci berwarna hitam duduk di lantai. Beberapa pria dewasa mengelilingi pria gondrong itu.

Di depan pria gondrong itu tampak sejumlah kotak serta plastik hitam. Mulanya ia membuka kotak berukuran kecil yang berwarna abu-abu. Di dalamnya, ada benda berwarna hitam yang kemudian ia bungkus dengan kertas.

Gulungan kertas itu ia masukan ke sebuah kotak berwarna hitam yang ukurannya lebih besar. Tak lama ia mengeluarkan gulungan kertas itu dan mengambil benda berwarna hitam untuk diletakkan kembali ke kotak abu-abu.

Sementara, kertas-kertas tersebut dimasukkan kembali ke kotak hitam. Ia mengambil kantong plastik berwarna hitam untuk menutupi kotak hitam. Tiba-tiba keluar asap dari kantong plastik itu.

Seketika dia membuka kotak hitam itu dan terlihat uang kertas Rp 100 ribu dalam jumlah banyak.

"Subhanallah," kata salah seorang yang melihat aksi penggandaan uang itu.

Lalu, pria tersebut mengambil uang dalam kotak hitam itu dan menaruhnya di sekeliling kotak hitam.

"Kalo ada benda, berarti ini (uang) nggak habis-habis," kata pria gondrong itu

"Nanti motor beli satu-satu, ninja, ninja, ninja," lanjutnya.

Simak Video: Membongkar Trik Ustaz Gondrong Gandakan Uang

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Investasi Bodong Kampoeng Kurma"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)