Tips Cari Modal Buat Bisnis Budidaya Ikan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 10:44 WIB
Harun petugas PPSU bersama warga memanfaatkan lahan di kolong Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, untuk lahan ternak ikan lele dengan metode kolam bioflok, Senin (1/2/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perusahaan rintisan akuakultur eFishery menjalin kerja sama dengan patforrm layanan keuangan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi PT Kawan Cicil Teknologi Utama atau KawanCicil. Adapun kerja sama ini terkait akses modal bagi pembudidaya ikan yang terdaftar sebagai nasabah eFisheryFund.

eFisheryFund merupakan platform digital dengan fasilitas pembiayaan yang ditawarkan oleh eFishery bekerja sama dengan layanan finansial yang dirancang khusus untuk para pebudidaya. KawanCicil akan memberi pinjaman modal usaha hingga Rp 100 miliar kepada pebudidaya yang terdaftar dalam ekosistem eFishery.

"Salah satu tantangan pelaku UMKM adalah modal usaha, terutama bagi mereka yang kesulitan dalam mendapatkan fasilitas permodalan dengan mudah. Padahal di luar sana, banyak orang-orang yang peduli dan bersedia meminjamkan dana untuk membantu para UMKM. Disini KawanCicil berkomiten untuk mendukung perusahaan startup seperti eFishery, yang peduli dengan pertumbuhan pengusaha mikro pada sektor aquaculture, untuk memberikan kemudahan dalam mengakses fasilitas permodalan tersebut dengan mempertemukan pemberi pinjaman yang terverifikasi dengan peminjam, dalam hal ini pembudidaya ikan," kata Chief Operation Officer KawanCicil, Joyce Andries.

CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan, selama ini pebudidaya mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan. Maka itu, banyak pebudidaya yang mendapat pinjaman dengan bunga selangit.

"Pembudidaya ikan sangat sulit untuk mendapatkan pemodalan. Selain unbanked, pola bisnisnya dianggap memberikan resiko yang tidak pasti (uncertain risk). Itulah kenapa, banyak pebudidaya yang terpaksa harus mencari pemodalan dari jalur tradisional, yang bunganya bisa mencapai hingga 50% per tahun," ungkapnya.

"Dengan pendekatan yang tepat, bisnis budidaya ikan bisa sangat menguntungkan. Melalui data dan teknologi yang kami miliki, eFisheryFund menghubungkan pembudidaya dengan institusi keuangan dan membuka akses bagi para pembudidaya ikan untuk mendapatkan modal. Kerjasama dengan KawanCicil ini diharapkan mampu memberikan dukungan bagi para pembudidaya untuk meningkatkan usaha budidayanya dan melipatgandakan dampak yang kami berikan kepada pembudidaya. Dengan begitu, industri perikanan bisa lebih produktif melalui inklusi finansial yang sesungguhnya," paparnya.

Pembudidaya yang ingin mendapatkan fasilitas permodalan dapat melakukan pengajuan pinjaman melalui platform digital eFisheryFund. Pembudidaya dapat melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk kemudian dilakukan penilaian oleh tim eFishery untuk menentukan apakah mereka memenuhi syarat dan kriteria untuk memperoleh permodalan. Hasil penilaian ini nantinya diteruskan kepada KawanCicil untuk kembali dianalisis sesuai dengan sistem penilaian kredit yang berlaku.



Simak Video "Bikin Laper: Mencoba Dendeng hingga Rendang Vegetarian"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)